Poin Penting
- PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyiapkan capex Rp1,2 triliun untuk 2026.
- Dana difokuskan pada peningkatan layanan non-BPJS dan teknologi medis.
- Perseroan berencana tambah rumah sakit baru, termasuk di luar Jawa.
Jakarta – PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1,2 triliun untuk tahun 2026.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Utama HEAL, Yulisar Khiat, dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Yulisar mengatakan bahwa anggaran capex tersebut salah satunya akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas bagi pasien non-BPJS.
“Jadi kami tetap akan mengembangkan, meningkatkan security level penyakit dengan alat-alat medical device yang lebih tinggi, yang bisa mengundang engagement dokter-dokter spesialis maupun sub-spesialis,” ujarnya.
Baca juga: Medikaloka Hermina Bagikan Dividen Rp207 Miliar, Setara Rp13,5 per Saham
Ia mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk mendorong strategi perseroan dalam meningkatkan kapasitas pasien non-BPJS hingga 40 persen pada akhir 2026, dari sekitar 20 persen pada tahun lalu.
Yulisar menyebut porsi capex untuk peningkatan teknologi diperkirakan mencapai 35-40 persen. Angka ini masih dapat berubah, bergantung pada rencana pembangunan satu rumah sakit baru pada tahun ini dan satu proyek yang telah melakukan ground breaking pada tahun lalu.
Ekspansi Rumah Sakit Baru
“Untuk yang rencana groundbreaking, ini sedang disusun. Ya, mudah-mudahan ada satu rumah sakit kemungkinan besar di luar Jawa yang apabila feasible, sesuai dengan model bisnis kami, kami rencanakan groundbreaking di akhir atau kuartal ke-3 atau ke-4 akhir tahun ini,” imbuhnya.
Baca juga: Danantara Jadi Mesin Baru Investasi RI, Capex Ditargetkan Tembus Rp980 T di 2029
Adapun HEAL pada tahun ini juga telah meresmikan satu rumah sakit di Badung, Bali sebagai RS Hermina ke-53.
Selain itu, pada kuartal III 2026 perseroan berencana meresmikan satu rumah sakit lagi di Kepanjen, Malang.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Sebagai informasi, sepanjang 2025, perseroan mencatat kinerja solid dengan pendapatan bersih tumbuh 6,2 persen menjadi Rp7,1 triliun dan laba bersih mencapai Rp549 miliar. (*)
Editor: Yulian Saputra








