Praktik di dunia bisnis pun menjadikan utang sebagai faktor pengungkit atau leverage yang mampu melipatgandakan aset. Perusahaan-perusahaan yang tumbuh dengan cepat juga menjadikan utang atau investasi sebagai strategi penting untuk meningkatkan skala usahanya. Perusahaan besar yang berorientasi pada profit jarang yang hanya menggunakan modal sendiri. Kendati pemiliknya memiliki dana, mereka mendorong manajemen yang diisi profesional untuk mencari modal dari perbankan, pasar modal, bahkan investor strategis. Dengan mengambil utang atau modal dari pihak lain, manajemen dipacu untuk menghasilkan penjualan, return yang maksimal, mengurangi pajak, dan meningkatkan value of the firm.
Baca juga: Spirit Koperasi dengan Peran Penjaminan
Agar cepat membesar, UMKM pun harus terbuka pada pendanaan eksternal, baik itu kredit maupun penyertaan modal. UMKM juga perlu diberi kemudahan untuk menjaring dana dari pasar modal melalui go public. Namun, upaya untuk mendidik para pelaku UMKM mampu me-leverage usahanya tentu harus diiringi dengan pemahaman tentang bagaimana mengelola pinjaman atau modal yang diterimanya dengan benar.
Setiap pelaku usaha yang membiayai usahanya dengan utang harus mencermati perkembangan pasar dan siklus bisnis, di mana ada masa booming yang bisa menciptakan bubble dan ada sunset. Harus dicatat, baik usaha besar maupun UMKM, ketika kegiatan usahanya dibiayai utang, maka para pelaku usaha harus sangat serius mengembangkan usahanya dan tidak boleh gagal. (*)
Penulis adalah Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia
Poin Penting Sepanjang 2025, penjualan listrik mencapai 317,69 TWh, naik 3,75 persen yoy, seiring meningkatnya… Read More
Poin Penting IKN diharapkan tak hanya jadi pusat kebudayaan, tetapi juga pusat ekonomi kreatif nasional… Read More
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More
Selain itu diumumkan juga penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota DK OJK Pengganti Ketua dan… Read More