Opini

Me-leverage UMKM dan Menaikkan Kelas

Praktik di dunia bisnis pun menjadikan utang sebagai faktor pengungkit atau leverage yang mampu melipatgandakan aset. Perusahaan-perusahaan yang tumbuh dengan cepat juga menjadikan utang atau investasi sebagai strategi penting untuk meningkatkan skala usahanya. Perusahaan besar yang berorientasi pada profit jarang yang hanya menggunakan modal sendiri. Kendati pemiliknya memiliki dana, mereka mendorong manajemen yang diisi profesional untuk mencari modal dari perbankan, pasar modal, bahkan investor strategis. Dengan mengambil utang atau modal dari pihak lain, manajemen dipacu untuk menghasilkan penjualan, return yang maksimal, mengurangi pajak, dan meningkatkan value of the firm.

Baca juga: Spirit Koperasi dengan Peran Penjaminan

Agar cepat membesar, UMKM pun harus terbuka pada pendanaan eksternal, baik itu kredit maupun penyertaan modal. UMKM juga perlu diberi kemudahan untuk menjaring dana dari pasar modal melalui go public. Namun, upaya untuk mendidik para pelaku UMKM mampu me-leverage usahanya tentu harus diiringi dengan pemahaman tentang bagaimana mengelola pinjaman atau modal yang diterimanya dengan benar.

Setiap pelaku usaha yang membiayai usahanya dengan utang harus mencermati perkembangan pasar dan siklus bisnis, di mana ada masa booming yang bisa menciptakan bubble dan ada sunset. Harus dicatat, baik usaha besar maupun UMKM, ketika kegiatan usahanya dibiayai utang, maka para pelaku usaha harus sangat serius mengembangkan usahanya dan tidak boleh gagal. (*)

 

 

 

Penulis adalah Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia

Page: 1 2 3

Paulus Yoga

Recent Posts

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

2 days ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

2 days ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

2 days ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

2 days ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

2 days ago

Nobu Bank Bukukan Laba Bersih Rp481,3 Miliar, Tumbuh 46,30 Persen di 2025

Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More

2 days ago