Jakarta – Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara ternyata tidak hanya menarik bagi investor senior dan institusi, namun juga generasi muda. Dirjen Pembiayaan Pengelolaan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengungkapkan, para generasi milenial memiliki kontribusi yang cukup besar pada SBSN.
“Semenjak kita menggunakan platform online, pembeli terbesar justru datang dari generasi milenial. Setiap kali penerbitan, kontribusi dari generasi milenial mencapai 40 sampai 50%,” ujar Luky dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin, 19 Juli 2021.
Luky mengungkapkan, penggunaan media digital sebagai sarana penawaran SBSN atau Sukuk menjadi salah satu alasan meningkatnya investor milenial. Melalui platform online ISBN, investor semakin mudah melakukan investasi dan bisa dilakukan dari mana saja dan kapan saja.
Lebih jauh, ia menjelaskan, risiko SBSN atau Sukuk relatif minim jika dibandingkan dengan instrumen saham lainnya. Alasannya adalah karena pemerintah menjamin SBSN sehingga risiko untuk gagal bayar menjadi sangat kecil dengan keuntungan yang cukup kompetitif.
Sebagai informasi, pemerintah sudah menerbitkan SBSN senilai Rp1.824 triliun sejak 2018 hingga pertengahan Juni 2021. Angka ini menunjukkan capaian yang baik dan tingginya kepercayaan masyarakat pada instrumen investasi SBSN atau Sukuk. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More