Dia mengatakan, meskipun banyak negara ASEAN melakukan investasi dalam mengembangkan dan membesarkan Fintech, namun pertumbuhannya masih lebih lambat jika dibandingkan dengan pusat Fintech yang telah mapan sepeti Amerika Serikat dan Eropa.
“Memiliki ide yang hebat saja tidak cukup untuk menjual sebuah produk. FinTechs harus dapat mengembangkan Minimum Viable Product (MVP) untuk menarik investasi dan pendanaan yang tepat. Pada fase inilah, Fintech banyak mengalami tantangan pada kemampuan untuk mengubah ide menjadi MVP yang berhasil,” ucapnya.
Sementara itu, Maybank Group Chief Technology Officer Mohd Suhail Amar Suresh menambahkan, bahwa Maybank Sandbox mengisi kesenjangan tersebut dengan menyediakan environment, prasarana, simulasi data, API dan kemampuan untuk menjangkau talenta dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.
“Yang Maybank tawarkan adalah sebuah platform untuk startup-startup, perusahaan-perusahaan FinTech dan pihak manapun yang ingin berkolaborasi, bereksperimen, mengeluarkan dan menghasilkan berbagai gagasan atau solusi inovatif yang mungkin mereka miliki,” jelasnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More
Poin Penting Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump menyepakati tarif resiprokal 19… Read More
Poin Penting PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) proyeksikan penjualan mobil bekas naik jelang mudik… Read More