Jakarta–PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mendukung pembangunan infrastruktur nasional dengan menyediakan fasilitas pembiayaan Syariah Musyarakah sebesar Rp950 miliar kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk (Waskita).
Fasilitas pembiayaan syariah ini ditujukan bagi ekspansi bisnis Waskita, khususnya untuk membiayai modal kerja untuk pembangunan proyek infrastruktur strategis.
“Penyediaan fasilitas pembiayaan Syariah selaras dengan strategi Sharia First yang dijalankan Maybank Indonesia, khususnya dalam memberikan pilihan fasilitas Syariah kepada mitra nasabah dalam mendukung ekspansi bisnis, dalam hal ini kepada Waskita, salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi terbesar di Indonesia, yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur nasional,” kata Ricky Antariksa, Head, Public Sector & Energy Maybank Indonesia dlam keterangannya di Jakarta, hari ini.
Direkur Keuangan Waskita, Tunggul Rajagukguk menambahkan, bahwa untuk kesekian kalinya Waskita kembali mendapatkan kepercayaan dari perbankan untuk memberikan dukungan modal kerja. Dana ini nantinya akan digunakan oleh perseroan untuk pembangunan konstruksi infrastruktur. Dengan perolehan kontrak yang terus tumbuh pesat, dimana per September 2016 total kontrak yang dikelola mencapai Rp95 triliun, maka Waskita sangat membutuhkan dukungan pendanaan utamanya perbankan.
“Kerja sama pendanaan dari Maybank Indonesia diharapkan terus berlanjut, sehingga Waskita dapat menyelesaikan kontrak-kontrak pembangunan infrastruktur tepat waktu sesuai rencana,” tukas Tunggul.
Kemitraan strategis dengan Waskita menjadi bagian dari upaya Maybank Indonesia yang memiliki komitmen kuat untuk berperan aktif dalam mengembangkan industri perbankan syariah di tanah air serta mendukung pengembangan bisnis mitra Maybank Indonesia, khususnya di bidang jasa konstruksi, yang merupakan salah satu tulang punggung dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank TIGA komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri.… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI membuka peluang investor asing menjadi pemegang saham, mengikuti praktik bursa efek… Read More
Poin Penting Demutualisasi BEI dinilai tidak memicu konflik kepentingan, karena pengaturan dan pengawasan tetap di… Read More
Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More
Poin Penting Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi. Penunjukan… Read More
Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More