Maybank; Bisnis tumbuh. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menargetkan penyaluran kreditnya dapat tumbuh double digit di 2018. Pihaknya optimis pertumbuhan kredit double digit di tahun depan akan tercapai sejalan dengan gencarnya proyek infrastruktur pemerintah.
“Kredit tahun 2018 mendatang kita mentargetkan dapat tumbuh 10 hingga 11 persen, salahsatu penopangnya dengan penyertaan kita pada pembiayaan infrastruktur Trans Sumatera ini,” ujar Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria, di Jakarta, Rabu 27 Desember 2017.
Untuk mencapai target tersebut, dirinya mengaku akan terus meningkatkan porsi kredit pembiayaan untuk infrastuktur. Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan rencana pemerintah yang akan lebih menggenjot proyek pembangunan infrastruktur.
“Penopangnya kedepan tentunya kita fokuskan ke pembangunan infrastruktur atau korporasi dan juga konsumsi masyarakat,” tambah Taswin.
Lebih lanjut Taswin juga berharap, bahwa ke depannya korporasi kecil dan menengah dapat ikut ambil bagian pada porsi investasi pembangunan infrastruktur. Hal tersebut guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi kecil dan menengah.
“Harapan kami mudah-mudahan porsi investasi infrastuktur ini bukan hanya korporasi besar tapi harapannya bisa masuk ke korporasi menengah dan kecil jadi bisa ada imbas kesana. Karena pertumbuhan sektor yang UMKM ini saya lihat masih pelan dalam dua tahun ini. Mudah-mudahan kegiatan pembangunan ini bisa berimbas kesana,” tukas Taswin.
Sebagai informasi, sepanjang kuartal III 2017 kredit yang disalurkan Maybank Indonesia mencapai Rp121,8 triliun atau tumbuh 4,6 persen dibanding kuartal III 2016 yakni Rp116,4 triliun. (*)
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More