Jakarta – Teka-teki nama pengganti Kartika Wiryoatmodjo di Mandiri 1 disebut-sebut telah dikantongi oleh Menteri BUMN Erick Thohir untuk diajukan ke Presiden Jokowi dalam waktu dekat.
Santer terdengar beberapa nama yang akan duduki jabatan orang nomer satu di mandiri yang salah satunya adalah Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi.
Menanggapi hal tersebut Hery tak mau banyak komentar, dan menyerahkan keseluruhan keputusan pada pemegang saham. “Itu ranahnya pemegang sahamlah, saya gak bisa jawab,” kata Hery kepada Infobank ketika ditemui di Plaza Mandiri Jakarta, Jumat 1 November 2019.
Seperti diketahui, Hery Gunardi merupakan bankir handal dari Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang merupakan warisan Bank Mandiri. Dirinya teratat pernah menjadi anggota tim yang menangani proses merger menuju pendirian Bank Mandiri (1998-1999). Setelah itu Hery menjabat sebagai Direktur Project untuk membentuk usaha patungan AXA Mandiri pada 2002-2003.
Selain itu, Hery juga pernah bekerja di anak perusahaan Bank Mandiri, termasuk sebagai Direktur AXA Mandiri Financial Services pada tahun 2003-2006, Komisaris Utama AXA Mandiri Financial Services pada 2006 hingga 2009, dan Komisaris Utama Mandiri Manajemen Investasi dari tahun 2009 hingga sekarang.
Selain Hery, di kalangan perbankan sudah santer terdengar 4 nama lain yang paling sering muncul ke permukaan untuk menjadi Mandiri 1. Pertama, Pahala N. Mansuri, mantan bankir dari Mandiri, yang kini sebagai direktur keuangan Pertamina. Kedua, Royke Tumilaar, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri. Corporate Banking merupakan core dari bisnis Mandiri.
Selain itu ada nama Sulaiman Arif Arianto, yang sekarang menjadi Wakil Direktur Utama Mandiri. Dan ada satu nama lain disebut, yaitu Nixon LP yang saat ini menjadi Direktur Keuangan BTN. Namun kabarnya Nixon akan menjadi BTN1 dan akan bersaing dengan Sis Apik Wijayanto yang sukses di BRI – dengan mengembangkan bisnis kelembagaan di BRI. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More