Masih Dibayangi Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Melemah Lagi

Masih Dibayangi Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Melemah Lagi

Poin Penting

  • CGS International memperkirakan IHSG bergerak variatif cenderung melemah dengan support 8.040–8.180 dan resistance 8.460–8.600
  • Sentimen negatif masih berasal dari keputusan MSCI membekukan rebalancing saham Indonesia, disertai net sell asing Rp6,12 triliun
  • CGS merekomendasikan saham MYOR, CMRY, INDF, EMAS, MDKA, dan WIIM sebagai peluang cuan.

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (29/1) diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.040-8.180 dan resistance 8.460-8.600,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 29 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan Rabu (28/1) IHSG ditutup bertahan pada zona merah ke posisi 8.320,55 atau melemah sebanyak 7,35 persen dari posisi 8.980,23.

Baca juga: BCA Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Jumbo Rp5 Triliun

Efek Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memutuskan membekukan rebalancing indeks bagi saham Indonesia, masih menghantui pasar saham hari ini. Tercatat, aksi jual investor asing mencapaia Rp6,12 triliun pada perdagangan kemarin.

Selain itu, kekhawatiran diturunkannya Indonesia ke kategori pasar frontier dari pasar negara berkembang berpeluang masih menjadi sentimen negatif bagi IHSG. 

Di sisi lain, menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan mayoritas komoditas dipredikasi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Baca juga: BEI Ungkap 2 Pemicu Panic Selling Saham RI, Ini Penjelasannya

Rekomendasi Saham Hari Ini

CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini yang tetap berpotensi cuan di tengah efek keputusan MSCI, di antaranya adalah PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Ada juga saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM). (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62