Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Ma’ruf Amin Optimistis Pangsa Pasar Ekonomi Syariah Mampu Tembus 50 Persen

Poin Penting

  • Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50 persen, bahkan hingga 70 persen di masa depan.
  • Dua fase perkembangan – Periode 2000–2025 fokus memasyarakatkan ekonomi syariah; periode berikutnya akan mensyariahkan praktik ekonomi masyarakat.
  • Keberhasilan ekonomi syariah membutuhkan komitmen para penggerak dan peningkatan kesadaran umat Islam dalam menjalankan ajaran secara utuh, termasuk aspek ekonomi.

Jakarta – Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar (market share) ekonomi syariah di Indonesia akan terus meningkat dan berpotensi melampaui 50 persen ke depan.

“Target kita adalah meningkatkan market share ekonomi syariah. Kita berharap bukan hanya 20 persen atau 30 persen, tetapi bisa lebih dari 50 persen. Apakah itu mungkin? Saya yakin mungkin,” ujarnya dalam acara silaturahmi sekaligus buka puasa bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menuturkan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia telah berlangsung sejak awal 2000-an, ditandai dengan lahirnya Gerakan Ekonomi Syariah yang mengusung dua misi utama, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah serta mensyariahkan ekonomi masyarakat.

Baca juga: KNEKS: Spin-Off Terlalu Cepat Berpotensi Melahirkan Bank Syariah Kecil

Selama sekitar 25 tahun terakhir, MES turut berperan dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Ma’ruf menyebut periode tersebut sebagai fase pertama perkembangan ekonomi syariah, yakni antara 2000 hingga 2025.

“Pada fase ini kita berhasil memasyarakatkan ekonomi syariah. Institusinya sudah ada, regulasinya sudah ada, dan gerakannya juga sudah berjalan,” tuturnya.

Meski demikian, ia menilai upaya mensyariahkan praktik ekonomi masyarakat masih perlu terus diperkuat.

“Karena itu pada periode kedua ini kita berharap mulai memasuki fase mensyariahkan ekonomi masyarakat, dengan target peningkatan pangsa pasar ekonomi syariah. Untuk mencapai itu tentu diperlukan dukungan yang kuat,” lanjutnya.

Mengutip pandangan sejarawan Muslim Ibnu Khaldun, Ma’ruf menjelaskan keberhasilan sebuah gagasan sangat bergantung pada dukungan para penggeraknya yang memiliki komitmen kuat.

Ia juga menilai pengembangan ekonomi syariah berkaitan erat dengan kesadaran umat Islam dalam menjalankan ajaran agama secara menyeluruh. Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang menjalankan ajaran Islam secara terbatas, misalnya hanya dalam aspek kelahiran, pernikahan, dan kematian.

Karena itu, Ma’ruf menegaskan pentingnya meningkatkan pemahaman keagamaan agar umat menjalankan Islam secara lebih utuh, termasuk dalam aspek muamalah seperti aktivitas ekonomi.

“Dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, kita berharap dalam waktu ke depan pangsa pasar ekonomi syariah bisa mencapai 70 persen atau lebih,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Related Posts

News Update

Netizen +62