News Update

Marak PHK Massal Jelang Lebaran, Pemerintah Harus Apa?

Jakarta – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kian marak jelang Idulfitri. Banyak pihak menaruh perhatian besar kepada pekerja korban PHK terkait pemenuhan hak seperti Tunjangan Hari Raya (THR).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari meminta pemerintah untuk mendorong perusahaan terkait pemenuhan hak-hak para pekerja yang terkena PHK, khususnya Tunjangan Hari Raya (THR).

“Ya, kami minta pemerintah tentunya kalau memang kondisinya pada akhirnya harus melakukan PHK, apapun yang menjadi hak dari para pekerja tetap harus dipenuhi. Termasuk tentunya tunjangan hari raya, sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya, dikutip Selasa, 11 Maret 2025.

Baca juga : Prabowo Instruksikan Menteri Atasi Dampak PHK Massal di Sritex

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menekankan, permasalahan PHK harus didiskusikan kembali dengan mitra terkait ke depannya, baik dari kemungkinan pemberian bantuan untuk yang terdampak, kebijakan-kebijakan, hingga proses pemutusan hubungan kerja. 

Ia menegaskan, pembahasan mengenai kondisi PHK yang kian marak terjadi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Perusahan pun harus memahami nasib dan hak pekerja, bukan hanya pekerja yang diharuskan untuk memahami kondisi perusahaan.

“Tentu kita lihat nanti seperti apa proses-proses pemutusan hubungan kerja. Kan biasanya mereka ada diskusi baik bipartit maupun tripartit. Yang harapannya tentu di dalam pertemuan itu ada kebijakan-kebijakan yang bisa menjadi kesepakatan bersama untuk sama-sama dipahami,” pungkasnya. 

Baca juga : DPR Soroti PHK Massal Sritex, Pekerja Terancam Tak Dapat THR

Diketahui, sebanyak 10.665 pekerja di PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex (SRIL) menjadi korban PHK per 1 Maret 2025.

Selain Sritex, PHK jelang Lebaran juga terjadi di PT Yamaha Music Product Asia yang memproduksi piano di kawasan MM2100, Cikarang, Bekasi.

Perusahaan ini dikabarkan akan menutup pabriknya pada akhir Maret 2025 dengan merumahkan sebanyak 2.000 pekerja.

Kemudian, berlanjut dengan 2 pabrik sepatu yang memasuk untuk brand internasional yang dilaporkan melakukan PHK kepada ribuan pekerjanya.

Kedua pabrik tersebut yakni PT Adis Dimension Footwear dan PT Victory Ching Luh. Dikabarkan PT Adis Dimension Footwear melakukan PHK terhadap 1.500 pekerja, sedangkan PT Victory Ching Luh dikabarkan merumahkan terhadap 2.000 karyawan. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

1 hour ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

2 hours ago

Wacana Pemotongan Gaji Pejabat Diminta jadi Gerakan Disiplin Fiskal Nasional

Poin Penting Anggota Komisi II DPR RI Ali Ahmad menilai wacana pemotongan gaji pejabat yang… Read More

2 hours ago

Bank Maspion Kantongi ‘Dana Segar’ USD285 Juta dari KBank, Perkuat Likuiditas Kredit

Poin Penting PT Bank Maspion Indonesia Tbk memperoleh fasilitas pinjaman USD285 juta dari KASIKORNBANK Public… Read More

2 hours ago

IHSG Jelang Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri Ditutup Naik 1,60 Persen ke Level 7.106

Poin Penting IHSG ditutup menguat 1,20 persen ke level 7.106,83 pada perdagangan Selasa (17/3), menjelang… Read More

2 hours ago

Survei Amar Bank Sebut 87 Persen Responden Alami Kenaikan Pengeluaran di Periode Lebaran

Poin Penting Survei Amar Bank terhadap 1.600 responden menunjukkan 87 persen masyarakat mengalami kenaikan pengeluaran… Read More

3 hours ago