Keuangan

Marak Dapen Bermasalah, Asosiasi Bongkar Penyebabnya

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungapkan saat ini tengah memberikan perhatian khusus pada 12 dana pensiun (dapen) bermasalah. Empat di antaranya adalah dapen pelat merah, terkait adanya tunggakan pendanaan dari pemberi kerja.

Merespons hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Ali Farmadi menyatakan bahwa, latar belakang dari munculnya permasalahan atas tunggakan cicilan tersebut bukan disebabkan atas adanya korupsi di antara pengurus.

“Ini memang seharusnya lebih fair lagi di mana titik permasalahannya terkait dengan tidak kemampuan atau pendanaan tingkat satu, itu saya pikir bukan semata-mata dikarenakan pengurus yang ada korupsi di situ, banyak faktor,” ucap Ali saat ditemui di Jakarta, 12 Oktober 2023.

Lebih lanjut, Ali menambahkan bahwa, faktor-faktor lain yang menjadi penyebab tunggakan tersebut bisa saja terkait dengan pengelolaan dana pensiun yang membutuhkan lebih banyak dana untuk mengembangkan program manfaat setiap bulan.

“Ini kan dana pensiun dalam pengelolaannya yang di mana ada program manfat pastinya mereka setiap bulan harus keluarkan dana, ya dana dari mana lagi, belum untuk pengembangannya,” imbuhnya.

Ali menyebutkan, faktor lain yang dapat menyebabkan tunggakan tersebut terkait dengan tingkat suku bunga aktuaris yang ditetapkan melebihi imbal hasil investasi yang diterima oleh dapen.

“Misalnya tingkat suku bunga aktuaris yang ditetapkan melebihi daripada return investasi oleh dapen, misalnya suku bunga aktuarisnya ditetapkan dengan 9 padahal investasi menghasilkan hanya 6,5 persen dan 7 persen berarti ada kekurangan sekitar 2 persen,” imbuhnya.

Sehingga, dapen-dapen tersebut perlu memberikan penjelasan kepada OJK terkait dengan kewajiban iurannya, serta bagaimana pengelolaan dana tersebut, apakah digunakan secara optimal atau tidak.

Adapun, sebelumnya OJK menyebut salah satu biang permasalahan industri dapen saat ini dipicu oleh pendiri atau pemberi kerja tidak menyetorkan iuran kewajibannya, di mana total tunggakan tersebut mencapai Rp3,61 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

11 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

12 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

13 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

14 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

15 hours ago