Jakarta– PT Mandiri Utama Finance menargetkan pembiayaan Rp3,26 triliun tahun ini. Anak usaha baru Bank Mandiri tersebut menyasar pasar kendaraan bermotor roda dua dan empat baik baru maupun bekas serta pembiayaan multiguna.
Presiden Direktur Mandiri Utama Finance, Stanley Setia Atmadja mengatakan, tahun ini sebagai tahun pertama beroperasi akan difokuskan untuk membuka jaringan kantor, sehingga belum terlalu kuat dalam ekspansi. Perseroan tahun ini rencananya akan membuka 35 kantor tersebar di Pulau Jawa.
“(Untuk) Pembukaan cabang kita konsen ke Jawa, karena persiapan kita akan lebih cepat di Jawa sekaligus untuk menyiapkan teknologi informasinya, dan pangsa di Jawa besar, dan luar jawa turun karena komoditas menurun, jadi penjualan juga turun,” kata Stanley di Jakarta, Rabu 27 Januari 2016.
Stanley mengatakan kendati telah ada Mandiri Tunas Finance yang juga merupakan anak usaha Bank Mandiri yang menggarap bisnis pembiayaan kendaraan bermotor khusus roda empat, MUF juga akan tetap menyasar pembiayaan kendaraan roda empat. Meski begitu, ia meyakini segmen market yang disasar antara dua perusahaan satu induk ini akan tetap berbeda.
“Pembagian wilayah itu bisa saja kantor kita sebrangan tapi pasar kan beda, jangkauan juga beda,” tambahnya. Secara terperinci, Perseroan menargetkan pembiayaan untuk motor baru Rp760 triliun, motor bekas Rp1 triliun, mobil baru Rp700 miliar, dan motor bekas Rp800 miliar.
Dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun mendatang, Perseroan menargetkan pembiayaan akan tumbuh hingga Rp15 triliun-Rp20 triliun. Untuk menyokong pertumbuhannya, menurutnya Perseroan juga akan mendapat tambahan permodalan secara bertahap dari Rp100 miliar yang saat ini dikantongi menjadi Rp500 miliar dalam satu setengah tahun ke depan. (*) Ria Martati
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More