BSM; Disuntik modal. (Foto: Erman)
Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengaku, berencana untuk menambah modal pada anak usahanya yakni PT Bank Syariah Mandiri (BSM). Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat laju ekspansi anak usaha.
“Guna memperkuat struktur permodalan BSM akan kami tambah Rp1 triliun tahun ini,” ujar Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.
Di tempat yang sama, Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin menambahkan, selain tambahan modal dari induk, BSM juga akan mendapatkan tambahan modal dari mitra strategis dari Timur Tengah. “Calonya dari negara kawasan Arab,” ujarnya.
Menurutnya, mitra strategis ini, akan berkoordinasikan dengan Kementerian BUMN. Hal ini untuk memastikan Bank Syariah BUMN mana yang lebih dulu mendapatkan tambahan modal dari mitra strategis tersebut.
“Koordinasi itu juga untuk menghindari mengadu-adu antar bank-bank syariah BUMN,” tukasnya.
Sebelumnya Budi menyampaikan, bahwa mitra strategis asal Timur Tengah itu telah melakukan pembicaraan lebih awal dengan pihaknya. Namun saat itu perseroan belum berminat untuk itu, maka tawaran tersebut ditolak. “Tapi sekarang kita akan koordinasi dengan kementerian BUMN,” ucapnya
Suntikan modal ini, merupakan strategi perseroan untuk memperbesar peran anak usaha dalam pendapatan induk usaha. Saat ini kontribusi 11 anak usaha Bank Mandiri mencapai 10% terhadap pendapatan, namun diharapkan kedepannya mencapai 20%. (*) Rezkiana Nisaputra
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More