Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,10-5,20% di 2019
Jakarta– Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat masih bertengger diangka 5% sejak tahun 2015 hingga 2017, angka tersebut terlihat masih di bawah target pemerintah. Angka tersebut juga sepertinya masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2018 ini.
Chief Economist Mandiri, Anton H. Gunawan menilai, target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan sebesar 5,4% oleh pemerintah akan sedikit meleset. Dirinya beranggapan bahwa perekonomian nasional masih akan tetap bertengger di kisaran 5%
“Kita memang lihat tahun ini 5,0 sekian persen gak terlalu bagus, kalaupun tahun ini perkiraan kita masih 5,3 persen. Pertumbuhan kita itupun bila dibandingkan Vietnam dan India mereka jauh lebih tinggi,” ungkap Anton di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis 1 Febuari 2018.
Dirinya beranggapan, kondisi perekonomian nasional masih dibayangi oleh beberapa kendala, salah satunya ialah industri manufaktur yang masih lesu. Dimana tercatat pertumbuhan sektor industri manufaktur dibawah pertumbuhan ekonomi. Tercatat triwulan III 2017 pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,84% (yoy).
“Untuk mencapai pertumbuhan di atas 5% maka perlu adanya terobosan di bidang ekonomi. Salah satunya adalah dengan meningkatkan peran sektor manufaktur dalam perekonomian,” tukas Anton.
Tak hanya itu, dirinya juga mengimbau pemerintah agar terus menggenjot industri manufaktur guna mengurangi angka pengangguran dan angka kemiskinan nasional sehingga dapat meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More