Perihal dibutuhkannya banyak pendanaan untuk memperkuat likuiditas perusahaan dimaklumi, pasalnya perseroan membutuhkan dana jumbo untuk dapat menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur. Apalagi menurut Royke pendanaan untuk sektor itu merupakan kredit jangka panjang.
Baca juga: Mandiri Siap Terbitkan Obligasi Rp5 Triliun
“Pada tahun ini pertumbuhan kredit Bank Mandiri diharapkan bisa 1 persen hingga 2 persen di atas rata-rata pasar. Market kan expect 11 persen sampai 12 persen. Jadi kita di 13 persen sampai 14 persen,” tambahnya.
Lebih lanjut dirinya menuturkan selain menyalurkan kredit ke corporate banking, perseroan juga akan tumbuh agresif di sektor konsuner dan ritel banking. Saat ini perseroan mengaku telah memilki program-program khusus untuk me-boosting di dua sektor tersebut. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More
Poin Penting Rupiah menguat tipis ke Rp17.083 per dolar AS di awal perdagangan, didorong pelemahan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada awal pekan, dengan level support 7.084–7.191 dan resistance… Read More
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More