Perihal dibutuhkannya banyak pendanaan untuk memperkuat likuiditas perusahaan dimaklumi, pasalnya perseroan membutuhkan dana jumbo untuk dapat menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur. Apalagi menurut Royke pendanaan untuk sektor itu merupakan kredit jangka panjang.
Baca juga: Mandiri Siap Terbitkan Obligasi Rp5 Triliun
“Pada tahun ini pertumbuhan kredit Bank Mandiri diharapkan bisa 1 persen hingga 2 persen di atas rata-rata pasar. Market kan expect 11 persen sampai 12 persen. Jadi kita di 13 persen sampai 14 persen,” tambahnya.
Lebih lanjut dirinya menuturkan selain menyalurkan kredit ke corporate banking, perseroan juga akan tumbuh agresif di sektor konsuner dan ritel banking. Saat ini perseroan mengaku telah memilki program-program khusus untuk me-boosting di dua sektor tersebut. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More