Dana Kelolaan Mandiri Investasi Capai Rp53,4 Triliun di 2018
Jakarta – PT Mandiri Manajemen Investasi atau yang lebih dikenal dengan Mandiri lnvestasi berencana meluncurkan produk Alternative Investment lain nya di 2018, yaitu KlK EBA, KlK DiRE dan RDPT.
“Pada penawaran umum KIK EBA yang lalu kami berhasil mendapatkan kelebihan permintaan (over subscribed) sebesar 2.5 kali dari rencana penerbitan,” Kata Direktur Mandiri Investasi, Endang Astharanti, di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.
Hal itu menunjukan besar nya potensi dan minat para Investor dalam melakukan investasi pada produk alternatif investasi seperti KIK EBA. Mandiri investasi berkomitmen untuk terus dapat menyediakan layanan pilihan produk inovatif yang sesuai kebutuhan para investor.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Mandiri Investasi terus melakukan pengembangan bisnis ke pasar baru di Luar Indonesia, antara lain ke beberapa Negara di Asia Tenggara yaitu Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura.
Selain itu ke beberapa Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Taiwan. Dari kunjungan ke beberapa negara tersebut, Mandiri Investasi berhasil mendapatkan investor baru untuk Reksa Dana Pasar Uang Mandiri lnvesta Pasar Uang (“MIPU”) dari Korea Selatan dan Singapura. Selain itu minat dari investor Manajer Investasi di Thailand dan Filipina ke Reksa Dana Pasar Uang, serta dari Taiwan untuk Infrastructure Fund.
Ia mengungkapkan, dalam rangka memenuhi kebutuhan Investor untuk melakukan diversifikasi investasi dan mendukung komitmen program Pemerintah untuk membangun negeri, Mandiri investasi sendiri telah meluncurkan produk alternatif investasi yaitu Produk sekuritisasi bernama KIK EBA Mandiri JSMROlSurat Berharga Pendapatan Tol Jagorawi (“KIK EBA Mandiri JSMROl”). (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More