MAMI Beberkan Sederet Penopang yang Bakal Dorong Kinerja Pasar Saham RI

Jakarta – Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,50 persen jadi pendorong kinerja pasar saham yang berkesinambungan. Pasalnya, penurunan suku bunga tersebut sangat dinantikan pelaku pasar.

Demikian dikatakan Chief Investment Officer Equity MAMI, Samuel Kesuma, CFA.

“Indonesia telah berada dalam era suku bunga tinggi sejak akhir 2022 sehingga penurunan suku bunga dapat mendukung likuiditas dan menjadi faktor pendukung ekonomi domestik,” tambah Samuel dalam risetnya dikutip, 23 Mei 2025.

Baca juga: Kenapa Saham Sritex Bisa Delisting? Ini Penjelasan BEI dan Status Terkini SRIL

Samuel menambahkan, katalis lain yang tak kalah penting adalah akselerasi belanja pemerintah Indonesia untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Menurutnya, di tengah risiko pelemahan ekonomi global, belanja pemerintah menjadi faktor kunci yang akan berperan sebagai bantalan pendukung ekonomi domestik.

“Data ekonomi terkini menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi domestik yang lemah. Percepatan laju belanja pemerintah diharapkan mampu memutar roda perekonomian sehingga ekonomi domestik mampu tumbuh,” imbuhnya.

Pemangkasan suku bunga BI tersebut juga dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang pada kuartal I 2025 hanya tumbuh sebesar 4,87 persen.

Adapun dari sisi global, perkembangan lanjutan dari negosiasi tarif Amerika Serikat (AS) dengan para mitra dagangnya juga dibutuhkan agar sentimen positif tetap terjaga.

“Kami berharap negosiasi tarif dagang segera berakhir sehingga memberi kejelasan bagi seluruh pihak dan memitigasi dampak negatif terhadap ekonomi dan ketidakpastian pasar,” ujar Samuel.

Baca juga: Dana Asing Masuk Rp552,62 Miliar, Saham BBRI Paling Banyak Diborong

Sebagai informasi, level pasar saham saat ini masih berada di level menarik bagi investor yang memiliki horizon investasi jangka panjang. Namun, Samuel tetap mengingatkan bahwa dinamika pasar saat ini masih tinggi.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk menjaga keseimbangan risiko portofolio melalui diversifikasi, mewaspadai perubahan sentimen dari dalam maupun luar yang sewaktu-waktu dapat mengubah selera hingga sentimen pasar. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

3 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

9 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

11 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

17 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

17 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

19 hours ago