Keuangan

Mahendra OJK: Pandemi jadi Pendorong Digitalisasi Keuangan

Jakarta – Digital financial services (DFS) menjadi terobosan yang besar bagi Indonesia apalagi adanya pandemi COVID-19 yang selama dua tahun terakhir ini menjadi pendorong penuh dalam hal transformasi digital untuk bidang perbankan dan keuangan.

“COVID-19 mendorong adanya transformasi digital, dia merubah arah dunia dan gaya hidup sehingga menjadi keuntungan bagi kita untuk memanfaatkan teknologi yang ada,” kata Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam webinar “How to Measure Successful Digital Financial Services/Return on Digital Investment Kamis, 4 Agustus 2022, yang diselenggarakan OJK Institute.

Manfaat hadirnya pandemi menjadikan perubahan masyarakat ke arah digital yang menciptakan DFS. Selain itu, digitalisasi dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dan digitalisasi ini mewujudkan adanya keuangan hijau untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim.

“Bukan hanya membuat masyarakat lebih digital tapi juga industri digital dapat membuka lapangan kerja baru dan mewujudkan keuangan hijau,” jelas Mahendra.

Hanya saja, hal tersebut tidak akan terjadi secara instan dan perlu adanya dukungan kuat dari segala aktor keuangan untuk memberikan regulasi dan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

“OJK mendukung kuat perkembangan digital khususnya keuangan. Industri perbankan komersial dan konsumen menjadi tantangan bagi kita untuk mewujudkan transformasi digital. Maka dari itu, OJK memaksimalkan regulasi dan pemantauan pada sektor keuangan digital,” ucap mantan Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, dan Wakil Menteri Keuangan Indonesia ini.

Dia juga menegaskan, kesuksesan DFS bukan hanya sekadar regulasi saja namun penyedia jasa keuangan juga harus bersinergi untuk menciptakan produk-produk yang mendorong terjadinya digitalisasi. Menurutnya, industri keuangan komersial diperlukan untuk melakukan digitalisasi pada produk yang dikeluarkan dan memprioritaskan konsumen sebagai pengguna.

“Saya yakin transformasi digital keuangan dapat terjadi dengan bekerja sama,” pungkas Mahendra. (*) Fatin

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

24 mins ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

45 mins ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

2 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

6 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

14 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

15 hours ago