Jakarta–Mahkamah Agung (MA) resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Nurhaida sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) untuk periode 2017-2022, di Ruang Koesoemah Atmadja Gedung MA, Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.
Setelah dilantik sebagai Anggota DK OJK, Nurhaida dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) yang membahas pembagian tugas disepakati menjabat sebagai Wakil Ketua. Sehingga berdasarkan pasal 16 UU Nomor 21/2011 tentang OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua wajib dilantik kembali.
Sebelumnya Anggota DK OJK lainnya sudah dilantik berbarengan dengan pelantikan Wimboh Santoso sebagai Ketua DK OJK pada 20 Juli 2017 lalu untuk masa periode 5 tahun ke depan.
“Saudari telah diangkat sebagai Wakil Ketua DK OJK merangkap anggota. Sebelum memangku jabatan ketua dan anggota DK OJK, saudari wajib mengucapkan sumpah. Bersediakah saudari mengucapkan sumpah jabatan,” tanya Hatta dalam pelantikan tersebut. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Bersedia. Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk menjadi anggota DK OJK langsung atau tidak langsung dengan dalil apapun untuk memberikan sesuatu pada siapapun. Saya bersumpah bahwa saya dalam melakukan sesuatu dalam jabatan ini tidak akan menerima langsung atau tidak langsung sesuatu janji atau pemberian dalam apapun. Bahwa saya akan melaksanan tugas sebagai anggota DK OJK dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggng jawab berdasarkan dengan UU yang berkenaan dengan kewajiban tersebut saya akan setia kepada RI dan UUD RI 1945,” jawab Nurhaida.
Baca juga: Dibayangi Defisit, Mampukah Wimboh Hemat Rp1 Triliun
Sebagai informasi, Nurhaida diputuskan menjadi Wakil Ketua DK OJK setelah adanya Rapat Dewan Komisioner OJK yang telah dilaksanakan pada 20 Juli 2017 di Kantor OJK, Gedung Radius Prawiro Kompleks Bank Indonesia, MH Thamrin, Jakarta. Dalam RDK tersebut, juga diputuskan untuk menentukan posisi bidang pada anggota DK OJK lainnya.
Pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Anggota DK OJK tersebut tampak dihadiri oleh Anggota DK OJK lainnya, yakni Heru Kristiyana, Riswinandi, Hoesen, Ahmad Hidayat dan Tirta Segara. Selain itu pimpinan tinggi lembaga negara juga hadir, seperti para Menteri, Dewan Gubernur BI, dan bos-bos dari industri keuangan. (*)
Editor: Paulus Yoga




