Moneter dan Fiskal

Luhut: Revisi Garis Kemiskinan Tunggu Persetujuan Presiden Prabowo

Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah tengah melakukan penyusunan perhitungan terbaru garis kemiskinan di Indonesia. Hal ini seiring dengan perubahan perhitungan garis kemiskinan oleh Bank Dunia (World Bank).

Luhut mengungkapkan, revisi perhitungan ini sudah dibahas sejak beberapa waktu sebelumnya. Dia menilai, perhitungan angka kemiskinan sudah saatnya untuk dilakukan penyesuaian dengan melihat kondisi terkini.

“Memang sudah kami bicarakan sejak beberapa waktu yang lalu, bahwa kita harus merevisi mengenai angka ini. Jadi bukan menandakan tidak baik, tapi memang angka ini setelah perubahannya harus betul-betul dilihat lagi,” kata Luhut kepada wartawan usai acara International Conference on Infrastructure, Kamis, 12 Juni 2025.

Baca juga: Bank Dunia Sebut 68 Persen Penduduk RI Miskin, Ini Strategi Pemerintah Lawan Kemiskinan

Lebih lanjut, Luhut menyebutkan, pihaknya juga telah menyiapkan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perubahan perhitungan garis kemiskinan ini untuk meminta restu.

“Saya kira sudah kita siapkan laporannya pada Presiden. Tidak ada yang aneh di sini, tapi harus memang dilakukan perubahan,” tandasnya.

Meski demikian, Luhut belum bisa mengungkapkan kapan target perubahan perhitungan akan dilakukan. Namun, dia mengatakan saat ini seluruh data sudah lengkap

“Bisa (tahun ini) akan diumumkan, tapi saya pikir datanya sudah cukup lengkap,” katanya.

Adapun terdapat indikasi jumlah kemiskinan di Indonesia akan naik jika dilakukan perhitungan baru.

Namun, Luhut mengatakan hal itu tidak perlu direspons dengan berlebihan, sebab permasalahan kemiskinan akan selesai dengan berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga food estate.

“Secara menyeluruh nanti sedang di studi, BPS juga bicara dengan kami mengenai ini. Sehingga kita tidak perlu kaget-kaget, kita berharap nanti mungkin kalau Presiden setuju, angka-angkanya bisa keluar nanti dan pidato Presiden mungkin akan lebih mencerminkan angka yang sebenarnya,” ungkapnya.

Baca juga: BPS Tengah Ubah Standar Kemiskinan Baru di Indonesia

Sebelumnya, Bank Dunia (World Bank) melakukan pembaruan untuk perhitungan standar garis kemiskinan dan ketimpangan global pada Juni 2025, dengan mengadopsi besaran paritas daya beli atau Purchasing Power Parities (PPP) 2021 yang sebelumnya mengunakan PPP tahun 2017.

Dengan revisi perhitungan tersebut, berdasarkan data Poverty and Inequality Platform Bank Dunia, jika menggunakan perhitungan PPP 2021 dengan standar garis kemiskinan negara berpendapatan menengah ke atas yakni USD8,30, maka persentase penduduk miskin di Indonesia meningkat mencapai 68,25 persen dari total populasi sebanyak 285,1 juta jiwa berdasarkan Susenas 2024 Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga, jumlah kemiskinan menjadi sekitar 194,6 juta jiwa. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Harga Emas Hari Ini 23 Februari 2026: Antam Naik Rp16.000, Galeri24-UBS Stabil

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stabil pada 23 Februari 2026, masing-masing di Rp3.047.000… Read More

53 mins ago

Rupiah Dibuka Menguat, Dipicu Pembatalan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp16.868 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More

1 hour ago

IHSG Awal Pekan Menguat 0,77 Persen ke 8.335, Saham Naik Dominan

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,77% ke level 8.335,84 pada awal perdagangan Senin (23/2/2026), dengan… Read More

1 hour ago

IHSG Berpotensi Menguat di Awal Pekan, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting IHSG pada perdagangan 23 Februari 2026 diproyeksi bergerak variatif cenderung menguat dengan support… Read More

2 hours ago

Tukar Uang Lebaran 2026 Dibuka Lebih Awal, Ini Jadwal Terbarunya

Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More

11 hours ago

KAI Daop 6 Pastikan Diskon Tiket KA Lebaran 30 Persen Masih Tersedia, Ini Cara Pesannya

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More

11 hours ago