Luar Biasa! Bank Jambi Mengukir Tiga Prestasi di Rating Bank 2022

Luar Biasa! Bank Jambi Mengukir Tiga Prestasi di Rating Bank 2022

prestasi bank jambi
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Pada “Rating 107 Bank Versi Infobank 2022”, dari 36 bank di KBMI 1 kelas aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun, 18 bank berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

Bank Jambi menjadi jawara di kelas ini dengan perolehan skor tertinggi, yakni 95,03%. Hebatnya lagi, Bank Jambi mencetak tiga prestasi sekaligus; 1). Mendapat predikat “sangat bagus” untuk kinerja keuangan 2020-2021. 2). Berpredikat “sangat bagus” selama 25 tahun berturut-turut. Dan 3). Skor yang diraih Bank Jambi tahun ini merupakan skor yang tertinggi dalam rating bank 2022, dari 107 bank yang dirating. Luar Biasa!

Kepada Infobank, Yunsak El Halcon, Direktur Utama Bank Jambi, menjelaskan bahwa pandemi menjadi peluang dan tantangan bagi bank yang dipimpinnya ini, termasuk dari sisi teknologi. Pandemi yang mempercepat perkembangan teknologi membuat Bank Jambi harus update kemampuan information technology (IT)-nya, kemudian melakukan update value terhadap sumber daya manusia (SDM), sistem, dan infrastruktur bank.

“Sekarang dunia terus berubah dengan cepat, maka harus diantisipasi. Kalau dalam hal IT, kami rekrut khusus (timnya). Kami bukan bank digital, tapi saya mau semuanya digital. Kami juga ada tim kreatif untuk mengembangkan produk. Dari situ, kami perlu big data. Alhamdulillah, kami menjadi salah satu bank yang terpilih bekerja sama dengan AWS Amazon untuk mengembangkan big data. Dengan data-data ini, nanti kami bisa prediksi, kami mau membuat (produk) apa di tahun-tahun berikutnya,” kata Yunsak kepada Infobank, bulan lalu.

Menurut data Biro Riset Infobank (birI), seluruh pos keuangan Bank Jambi tumbuh positif. Labanya tumbuh 13,90% dari Rp275,81 miliar pada 2020 menjadi Rp314,15 miliar pada 2021. Kenaikan laba ini seiring dengan rasio profitabilitas, return on asset (ROA), dan return on equity (ROE) yang juga tercatat tumbuh. ROA Bank Jambi mencapai 3,20%, naik dari 3,17% pada tahun sebelumnya. Sementara, ROE-nya 19,37%, naik dari tahun sebelumnya yang tercatat 19,04%.

Kredit Bank Jambi juga tumbuh 5,67% dari Rp8,49 triliun pada 2020 menjadi Rp8,98 triliun pada 2021. Kenaikan kredit bank ini dibarengi dengan kualitas kredit yang baik, tecermin dari non performing loan (NPL) yang terjaga di level 1,12% atau jauh di bawah ketentuan regulator yang sebesar 5%.

Dari tujuh aspek penilaian pada rating kali ini, Bank Jambi mendapat skor terbaik pada tiga aspek, yakni permodalan, yang indikatornya adalah capital adequacy ratio (CAR) dan pertumbuhan modal inti; rentabilitas, yang komponennya adalah ROA, ROE, dan pertumbuhan laba; serta efisiensi, yang indikatornya adalah rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) dan net interest margin (NIM). Sementara, untuk empat aspek lainnya, sebagian besar nilainya nyaris sempurna.

Selain menjadi yang teratas di kelompoknya, apresiasi lebih tinggi memang layak diberikan kepada bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Jambi ini. Pasalnya, Bank Jambi secara konsisten mampu merengkuh predikat “sangat bagus” selama 25 tahun berturut-turut. Artinya, terhitung sejak 1997 sampai dengan sekarang bank ini sukses mempertahankan predikat prestisius itu. Di industri, tak banyak bank yang mampu mempertahankan prestasi tersebut dalam kurun waktu selama itu.

Tren kinerja positif Bank Jambi berlanjut di 2022. Berdasarkan data Biro Riset Infobank, sejumlah pos keuangan seperti total aset, kredit, dan laba (rugi) bersih tahun berjalan bank ini mencatatkan pertumbuhan positif hingga kuartal pertama 2022.

Dari sisi kredit, bank ini mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 4,08% atau dari Rp8,63 triliun pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp8,99 triliun. Sejalan dengan itu, DPK juga tumbuh 0,98% menjadi Rp10,49 triliun. Tumbuhnya kredit dan DPK turut mendorong pertumbuhan laba (rugi) bersih tahun berjalan Bank Jambi sebesar 29,94% atau menjadi Rp121,61 miliar.

Selain itu, rasio-rasio keuangan Bank Jambi terjaga. Itu menandakan, pertumbuhan yang dicapai Bank Jambi berkualitas. Per kuartal pertama 2022, NPL net Bank Jambi berada di level 0,36%, sementara ROA-nya meningkat dari 4,06% di kuartal pertama 2021 menjadi 4,85%. Setali tiga uang, operasional bank ini juga makin efisien. Hal itu tecermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang sebesar 60,65% atau sedikit naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 59,35%.

“Kinerja baik Bank Jambi ini juga tak luput dari dukungan para pemegang saham, pimpinan DPRD se-Provinsi Jambi dan ketua komisi membidangi BPD, gubernur dan sekda dan OPD terkait OJK, BPKP, BPK, Kajati, Kapolda, dan Danrem,” tambah Yunsak.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan performa bisnis, Bank Jambi melakukan sejumlah strategi, salah satunya mendorong digitalisasi. Pada 2017, bank ini meluncurkan mobile banking (m-banking). Bank Jambi juga terus melakukan kerja sama dengan pihak lain, seperti perusahaan financial technology (fintech). Di samping itu, Bank Jambi terus meningkatkan kapabilitas internal.

“Kapabilitas, lebih kepada program insentifikasi infrastruktur dan kualitas SDM (sumber daya manusia) yang harus ditingkatkan khususnya di bidang IT termasuk dari sisi pengembangan software dan hardware serta keandalan DRP (disaster recovery planning) & DRC (disaster recovery center),” kata Yunsak.

Sementara, untuk mengakomodasi kebutuhan ruangan untuk unit kerja, Bank Jambi mendirikan gedung baru yang ditujukan sebagai kantor pusat yang diberi nama ‘Mahligai 9’. Kantor baru Bank Jambi ini merupakan bangunan hemat energi dengan sistem pengelolaan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) yang modern dan ramah lingkungan.

Hal itu mendapat atensi dari Gubernur Jambi, Al Haris. Gubernur Jambi berharap, pendirian gedung baru tersebut diimbangi dengan pelayanan yang terbaik dan optimal bagi masyarakat. Dengan spirit membangun daerah, menurut Al Haris, Bank Jambi kini mampu meraih hati rakyat Jambi dan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat Jambi.

“Dengan memberikan pelayanan optimal, tidak cepat merasa puas di tengah pencapaian-pencapaiannya, karena Bank Jambi memiliki tanggung jawab yang sangat besar sebagai salah satu tonggak penopang perekonomian Provinsi Jambi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Al Haris kepada media, beberapa waktu lalu.

Peran Bank Jambi bagi perekonomian di sektor regional, dalam hal ini di Provinsi Jambi, memang sangat signifikan. Banknya orang Jambi tersebut telah dipercaya pemerintah untuk mengelola dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) sebanyak dua tahap dan telah berhasil melampaui target penyaluran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Secara terperinci, pada tahap pertama, yakni periode 9 Oktober 2020 sampai dengan 8 April 2021, Bank Jambi berhasil merealisasikan penyaluran dana PEN sebesar Rp1,27 triliun, naik 111,3% dari target awal sebesar Rp602,48 miliar. Sementara, pada tahap kedua, yaitu 8 April 2020 sampai dengan 1 Oktober 2021, dari target penyaluran sebesar Rp453 miliar, pada kenyataannya meningkat 174,62% menjadi Rp1,24 triliun dana PEN yang disalurkan Bank Jambi kepada 7.622 debitur yang terdampak pandemi. (*)

Baca selengkapnya di Majalah Infobank No.532 edisi Agustus 2022. Informasi pemesanan majalah, hubungi Sirkulasi Infobank: 0852-8802-0094, 0815-9960-459 Email: sirkulasi@infobank.co.id, web link Sirkulasi Infobank, Majalah Infobank versi digital Infobank Store.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]