News Update

LPS: Likuiditas Perbankan 92% Perlu Diwaspadai

Jakarta– Perbankan nasional nampaknya masih dihadapkan dengan permasalahan pengetatan likuiditas. Pengetatan likuiditas perbankan tersebut terjadi lantaran kenaikan suku bunga dan lancarnya penyaluran kredit.

Indikasi pengetatan likuiditas mulai terlihat dari Loan to deposit ratio (LDR) perbankan yang saat ini sudah mencapai 92%. Padahal, dalam batas yang diatur oleh Bank Indonesia (BI), batas atas LDR berada di level 92%.

“Permasalahannya Likuiditas terbatas, sehingga saat kredit naik dikit udah mau mentok likuidutas-nya sudah 93%. Itu sudah masuk batas hati-hati karena Regulator menaruhnya 92%-102% itu angka yang harus diwaspadai,” kata Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Destry Damayanti di Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018.

Destry menambahkan, kondisi perbankan nasional saat ini masih sangat konservatif. Perbankan dinilai hanya fokus pada pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dirinya juga menyebut jumlah perbankan nasional saat ini masih sangat banyak.

Baca juga: Perbankan Butuh Modal Besar, Investor Asing Diperlukan

“Jadi saat sekarang kita lihat pertumbuhan DPK melambat, sementara kredit 3 bulan terakhir meningkat karen kredit infrastruktur. Ini bank mulai gelagapan. Artinya memang disini setuju memang dikatakan permodalan penting,” tambah Destry.

Sebagai informasi, posisi Loan to Deposit Ratio (LDR) bank umum secara industri pada Juli 2018 mengalami peningkatan menjadi 93,11 persen dibanding LDR di bulan sebelumnya yang sebesar 92,13 persen. LDR menjadi parameter untuk melihat ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya.

Berdasarkan Peraturan No. 17/11/PBI/2015, mengatur bahwa batas bawah LDR, yang kemudian berubah menjadi LFR sebesar 78 persen sedangkan batas atasnya ditetapkan sebesar 92 persen.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

1 hour ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

4 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

8 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

13 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

13 hours ago