Jakarta — Lippo akan melakukan topping off dua tower pertama Meikarta pada 29 Oktober 2017. Presiden Meikarta, Ketut Budi Wijaya mengatakan dua tower senilai Rp1 triliun itu telah memperoleh Surat Izin Mendirikan Bangunan No 503/096/B/BPMPPT dan terletak di Meikarta CBD.
Kegiatan topping off ini, bilang Ketut, bentuk nyata dimulainya pembangunan kota baru Meikarta. Sehingga bisa dibilang, progress pembangunannya luar biasa.
“Kota Meikarta yang sangat real, kita tak hanya bangun bangunan tinggi tapi juga 100 hektare (ha) kita bangun central park,” kata Ketut ditemui di Jakarta, Kamis, 26 Oktober 2017.
Setelah topping off kedua tower tersebut, lanjut dia, maka perseroan akan melanjutkan pembangunan 50 tower lagi sesuai rencana dalam masterplan. “Ke depan, lima puluh gedung sudah akan mulai siap dihuni pada Desember 2018,” terang dia.
Di tempat yang sama, Chief Marketing Officer Lippo Homes, Jopy Rusli menerangkan, kawasan Meikarta bakal menjadi kawasan segitiga emas baru di koridor timur Jakarta, karena berlokasi tepat di jantung area antara Lippo Cikarang, Delta Mas dan Jababeka. Pastinya memiliki akses gerbang tol tersendiri yaitu exit tol Cibatu. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Tentunya setelah kita lihat perkembangan infrastruktur ke arah sana (Meikarta), ini satu sambutan. Kalau tidak ada tempat tinggal yang dekat dengan pusat ekonomi, Meikarta sambut ini semua dengan segala infrastruktur,” terang Jopy.
Sebagaimana diketahui bersama, Grup Lippo akan membangun kota baru berskala internasional yang akan diberi nama Meikarta dengan nilai investasi Rp278 triliun, di mana sebelumnya dikabarkan sebesar lebih dari Rp338 triliun. Investasi ini merupakan yang terbesar yang dilakukan perseroan dan pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya kelompok ini.
Baca juga: Jor-joran Iklan, Proyek Meikarta Rawan Rugi
Lokasi kota raksasa ini nantinya akan berada di jantung ekonomi Indonesia, yakni di koridor Jakarta-Bandung. Di mana 60 persen ekonomi nasional Indonesia berada di kawasan Jakarta-Botabek-Bandung.
Sementara sebanyak 80 persen berada di pusat Bekasi-Cikarang dengan penduduk yang akan mencapai 20 juta dalam waktu 15-20 tahun ke depan. Lokasi kota raksasa modern Meikarta berada di tengah-tengah koridor dan dikelilingi beberapa kota baru seperti Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100, dan masih banyak lagi.(*)




