Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan bahwa likuiditas perbankan masih cukup baik. Dalam Rapat Dewan Komisioner OJK dikatakan, kondisi stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia, khususnya perbankan, masih berada dalam kondisi yang normal di tengah beberapa indikator kinerja perbankan yang perlu dicermati lebih mendalam.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Komisioner Manajemen Strategis IB OJK, Slamet Edy Purnomo mengungkapkan, fungsi intermediasi sektor perbankan belum tumbuh cepat. Pertumbuhan kredit perbankan per Agustus 2016 tercatat sebesar 6,83% year on year (yoy) atau turun dari pertumbuhan kredit pada Juli 2016 di level 7,74%.
Menurutnya, pelemahan pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh kontraksi kredit dalam valuta asing (valas) sebesar 11,76% yoy, sejalan dengan kinerja eksternal yang masih lemah. Namun, kredit rupiah masih tumbuh baik di level 10,70%. Akan tetapi, risiko kredit perbankan terpantau masih relatif tinggi.
“Rasio non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 3,22%, meningkat dibanding posisi Juli 2016 sebesar 3,18%, sedangkan NPF tercatat relatif stabil pada level 2,22%,” ujar Slamet Edy dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016. (Selanjutnya : Likuiditas perbankan mampu membiayai ekspansi kredit…)
Page: 1 2
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More