Jakarta – Jelang libur akhir tahun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).
Dirinya mengatakan, jangan sampai momentum libur panjang jadi penyebab meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Tanah Air, sehingga membuat Pemerintah melakukan rem darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Untuk Indonesia kita juga perlu mewaspadai pada akhir tahun ini kegiata-kegiatan masyarakat meningkat akibat adanya liburan panjang,” ujar Sri Mulyani dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin 14 Desember 2020.
Tak hanya itu, dirinya juga mengapresiasi persiapan protokol kesehatan saat penyelenggaraan Pilkada pada 9 Desember lalu. Menurutnya, jika prokes diterapkan dengan benar dan ketat maka peningkatan kasus covid-19 bisa dihindari.
“Kita kemarin sempat ada Pilkada dan kita harus betul-betul menjaga agar jangan sampai rem harus diinjak hanya karena Covid-19 mengalami eskalasi yang meningkat secara pesat,” kata Sri Mulyani.
Sebagai informasi aja, guna mengurangi jumlah kasus positif covid-19, Presiden Joko Widodo sebelumnya sempat meminta agar jumlah libur akhir tahun dikurangi. Cuti bersama akhir tahun pun harus dipangkas sebanyak tiga hari, yakni 28-30 Desember 2020. Sehingga, libur akhir tahun ini hanya menjadi 24-27 Desember dan dilanjutkan dengan 31 Desember hingga 1 Januari 2021. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More