Poin Penting
- Maybank Indonesia menggelar program #BalikBaik untuk mengedukasi siswa sekolah dasar mengenai pengelolaan dan upcycling sampah
- Bekerja sama dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia, program #BalikBaik telah melibatkan enam sekolah dengan target sekitar 3.000 siswa di setiap sekolah.
- Dalam satu tahun, Maybank Indonesia menargetkan mendaur ulang 1 ton sampah, menghasilkan 300 produk daur ulang, serta berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menggelar program #BalikBaik dalam rangka memperingati Maybank Global Corporate Responsibility Day.
Program tersebut menyasar masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dasar, untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran dalam mengolah sampah sejak dini.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan, Indonesia menghasilkan setidaknya 34 juta ton sampah setiap tahun.
Namun, jumlah tersebut berpotensi mencapai 56-70 juta ton per tahun, mengingat belum seluruh daerah melaporkan volume sampah yang dihasilkan.
Baca juga: Maybank Indonesia Perkuat Ekosistem Keuangan sebagai PIKK
Bekerja sama dengan Yayasan Dampak Rappo Indonesia, Maybank Indonesia mengajak siswa sekolah dasar melakukan upcycling, yakni mengolah material limbah yang tidak terpakai menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah.
“Melalui program #BalikBaik, kami ingin mengajak masyarakat melihat material tersebut dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar sebagai sampah, tapi sebagai satu yang masih memiliki nilai,” ujar Irvandi Ferizal, Direktur Human Capital Maybank Indonesia, Sabtu, 5 September 2026.
Irvandi mengatakan, saat ini sudah ada enam sekolah yang terlibat dalam pilot project program #BalikBaik. Maybank Indonesia menargetkan sekitar 3.000 siswa dari setiap sekolah untuk mendapatkan edukasi melalui program tersebut.
Ke depan, Irvandi berharap program #BalikBaik dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak positif pengelolaan sampah sekaligus memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal.
“Sampah-sampah plastik yang bisa kita olah kembali menjadi material pasca konsumsi, menjadi produk baru yang bisa digunakan, memberi manfaat sosial dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tegas Irvandi.
Baca juga: Maybank Indonesia Beberkan Perubahan Peran Kantor Cabang di Era Digital
Pada kesempatan yang sama, Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia, mengatakan perseroan akan memantau efektivitas program #BalikBaik selama satu tahun ke depan.
“Ini menjadi program yang connecting antara murid, guru-guru, beserta Maybank sendiri. Jadi kami volunteer secara reguler ke sekolah-sekolah, dan kemudian melakukan kegiatan di situ,” sambung Maria.
Dalam satu tahun ke depan, Maybank Indonesia menargetkan program #BalikBaik mampu mendaur ulang sekitar 1 ton sampah.
Selain itu, perseroan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 1,1-3 juta ton CO2e serta menghasilkan 300 produk daur ulang. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


