Jakarta–Guna menghindari kasus pembobolan bank dan kejahatan di lembaga keuangan lainnya, Kemendagri menggandeng berbagai lembaga keuangan untuk meminimalisir tindak kejahatan ini. BCA Finance kini jadi lembaga teranyar yang melakukan penandatangan perjanjian kerja sama hak akses data kependudukan nasional, lewat penandatangan kerja sama di Jakarta, Kamis 20 April 2017.
Baca juga: Menekan Risiko Fraud Perbankan, OJK Apresiasi e-KTP
Selain BCA finance, terdapat 208 lembaga yang telah bekerja sama dengan Kemendagri untuk aksesk data kependudukan nasional dengan sistem Nomer Induk Kependudukan (NIK). Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrullah dengan data ini pihak lembaga keuangan dapat mengetahui identitas diri penduduk.
Kerja sama ini dapat menghindari fraud atau kecurangan di lembaga jasa keuangan karena memanfaatkan sistem e-KTP yang telah merekam hampir seluruh warga negara Indonesia. Kerja sama ini guna menuju e-KTP sebagai single identity number. “Hal ini menguatkan kami untuk terus menyatukan identitas nasional melalui NIK,” ujar Zudan Fakhrullah, di Wisma BCA Finance, Kamis, 20 April 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More
Poin Penting Rupiah menguat tipis ke Rp17.083 per dolar AS di awal perdagangan, didorong pelemahan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan pada awal pekan, dengan level support 7.084–7.191 dan resistance… Read More
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More