Perbankan

Layanan Emerald Dorong DPK di Atas Rp5 Miliar BNI Naik Tajam

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan kinerja positif dalam menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama dari segmen nasabah menengah ke atas dengan penempatan dana minimum Rp5 miliar. Hingga April 2025, pertumbuhan DPK di atas Rp5 miliar mencapai 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Direktur Consumer Banking BNI, Corina Leya Karnalies mengatakan, peningkatan dana dan jumlah nasabah untuk rekening di atas Rp5 miliar tidak terlepas dari inovasi digital dan beragam layanan keuangan khususnya pada nasabah Emerald. 

“Kami mengapresiasi kepercayaan nasabah yang terus memercayakan BNI sebagai mitra perbankan untuk mengelola aset nasabah dengan berbagai layanan yang memudahkan kebutuhan transaksi finansial,” kata Corina dalam siaran pers, Selasa, 27 Mei 2025. 

Baca juga: Begini Strategi BNI Jaga Likuiditas Pasca BI Rate Turun

Hingga April 2025, jumlah nasabah dengan Asset Under Management (AUM) lebih dari Rp5 miliar naik 15 persen YoY dengan pertumbuhan DPK dan AUM meningkat 16 persen. Selain DPK, peningkatan AUM juga terjadi pada produk Investasi dan Bancassurance yang tumbuh 17 persen YoY. 

“Mengamati pergerakan portfolio nasabah, komposisi tabungan dengan AUM minimal Rp5 miliar mengalami kenaikan porsi dari sebelumnya 36 persen menjadi 39 persen dari total AUM yang ada,” ungkap Corina. 

Fitur dan Program Unggulan Dorong Pertumbuhan

Adapun faktor yang mendorong peningkatan tersebut, lanjut Corina, antara lain disebabkan adanya pengembangan terhadap fitur produk tabungan. Selain itu, program welcome Emerald dengan extra reward hingga Rp26 juta menjadi daya tarik bagi nasabah untuk menempatkan dana di BNI. 

“Sejalan dengan era yang serba digital, saat ini BNI juga terus melakukan penyempurnaan melalui fitur dan layanan yang lengkap, cepat dan mudah melalui wondr by BNI,” tutur Corina. 

Strategi BNI dalam menghimpun DPK di tengah keketatan likuditas industri perbankan di antaranya melalui penguatan Relationship Manager (RM) yang didedikasikan secara khusus bagi nasabah Emerald dengan AUM mimimum Rp1 miliar. 

Baca juga: Tabungan Nasabah Emerald dan Private BNI Melejit, Tumbuh Dua Digit!

Sementara untuk mempertahankan nasabah dengan AUM Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar, BNI menyediakan program upgrade dengan reward yang menarik. 

“Kami percaya customer merupakan aset berharga, oleh karenanya kami menyiapkan dedicated relationship manager untuk mengetahui kebutuhan nasabah agar terlayani dengan baik,” ujar Corina.

Perluasan Basis Nasabah dan Program Hadiah

Perluasan customer based juga menjadi target fokus BNI tahun ini. Melalui Emerald Acquisition RM, percepatan pertumbuhan nasabah baru menjadi bagian dari mesin pertumbuhan BNI. 

“Kami juga memiliki program spesial yakni Rejeki wondr BNI yang berlangsung sejak April 2025 sampai dengan Januari 2026, Program ini memberikan hadiah istimewa berupa Mobil Mercedes Benz E 300, Chery J6, All New Honda HRV dan hadiah istimewa lain yang tidak kalah menarik. Untuk mengikuti program, nasabah cukup tingkatkan saldo tabungan dan aktif bertransaksi di wondr by BNI,” tutur dia. 

Baca juga: BNI Manjakan Nasabah Emerald di Pre-Sale Event Garuda Online Travel Fair 2022

Corina menambahkan, masih banyak potensi dan peluang yang dapat dikembangkan ke depan untuk menjaga DPK. BNI optimistis pencapaian ini akan berlanjut dan berkontribusi terhadap kinerja perseroan tahun ini seiring dengan meningkatnya kepercayaan nasabah pada BNI Emerald. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Belanja Nasional 2025 Moncer, Produk Lokal Sumbang Transaksi Besar

Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More

1 min ago

Tak Semua Pegawai SPPG Jadi PPPK, Ini Penjelasan BGN Sesuai Perpres MBG

Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More

17 mins ago

Saingi Malaysia, RI Siap Bangun Ekosistem Semikonduktor Senilai USD125 Miliar

Poin Penting Pemerintah telah menyetujui pengembangan ekosistem semikonduktor agar Indonesia mampu menyaingi Malaysia di industri… Read More

35 mins ago

Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen, DPR Dorong Optimalisasi Pajak Sektor Strategis

Poin Penting Defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen PDB, melampaui target awal… Read More

49 mins ago

Jurus Baru BSI Garap Segmen Ritel Syariah

Poin Penting BSI meluncurkan Lapak BSI di pasar tradisional untuk memperluas inklusi dan literasi keuangan… Read More

1 hour ago

Respons Anak Buah Purbaya usai Kantor Pusat Ditjen Pajak ‘Diobok-obok’ KPK

Poin Penting DJP menyatakan kooperatif dan mendukung penggeledahan KPK di kantor pusat pajak terkait penyidikan… Read More

1 hour ago