Poin Penting
- Bank Jambi masih memulihkan layanan usai peretasan; kondisi mulai membaik namun belum normal
- Pemulihan bertahap dengan fokus keamanan; sebagian fitur masih dibatasi
- Audit forensik dan koordinasi regulator/polisi dilakukan untuk tuntaskan kasus dan perkuat sistem.
Jakarta – Bank Jambi masih melanjutkan proses pemulihan operasional setelah insiden peretasan yang terjadi pada akhir Februari 2026. Gangguan tersebut sempat memengaruhi layanan digital, khususnya mobile banking, yang dikeluhkan nasabah karena sulit diakses.
Juru bicara Bank Jambi, Rido, mengatakan kondisi sistem kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan meski pemulihan belum sepenuhnya rampung.
“Gangguan memang sempat terjadi sebagai dampak dari insiden yang kami tangani secara serius. Namun saat ini, kondisi layanan sudah berangsur membaik,” kata Rido, dinukil laman Bank Jambi, Selasa, 21 April 2026.
Ia menjelaskan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sejumlah fitur masih dalam tahap penyesuaian sehingga belum dapat diakses secara penuh oleh nasabah. Di mana, aspek keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
Baca juga: Bank Jambi Tindaklanjuti Gangguan Sistem, Dana Nasabah Dijamin Aman
“Selain kecepatan pemulihan, kami memastikan aspek keamanan dan keandalan sistem tetap terjaga,” ujarnya.
Diakuinya, hingga kini sebagian layanan digital banking Bank Jambi masih belum beroperasi secara penuh. Bank Jambi memilih memastikan seluruh sistem benar-benar aman sebelum diaktifkan kembali secara menyeluruh.
Sebagai alternatif, nasabah diarahkan memanfaatkan layanan lain seperti transaksi melalui ATM untuk sesama rekening, peningkatan layanan di kantor cabang, serta bantuan melalui layanan nasabah.
Bank juga memberlakukan jam operasional terbatas pada hari libur guna mengakomodasi kebutuhan transaksi selama masa pemulihan.
Lanjutnya, dari sisi teknis, Bank Jambi telah menjalankan prosedur penanganan darurat sejak awal kejadian, termasuk identifikasi dan isolasi sistem terdampak serta pengamanan infrastruktur teknologi informasi. Selain itu, audit forensik digital juga dilakukan secara menyeluruh.
Baca juga: Jurus Bank Jambi Perkuat Sistem Keamanan Siber
Untuk memperkuat penanganan, bank menggandeng pihak independen di bidang keamanan siber guna memastikan proses berjalan objektif dan sesuai praktik terbaik. Upaya penguatan sistem juga dilakukan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Seluruh proses ini berada di bawah pengawasan regulator, termasuk Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Terkait pelaku peretasan, Rido menyebut investigasi masih berlangsung. Bank Jambi telah melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian dan berkoordinasi dengan Polda Jambi.
“Kami mendukung penuh proses hukum yang berlangsung dan akan bersikap kooperatif. Namun, demi kepentingan penyelidikan, kami belum dapat menyampaikan detail lebih lanjut,” kata dia.
Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk menuntaskan penanganan insiden ini secara menyeluruh, baik dari sisi teknis maupun hukum, sekaligus memastikan layanan kembali normal dengan sistem yang lebih aman dan andal bagi nasabah. (*)
Editor: Galih Pratama




