Poin Penting:
- Penjualan ORI030 mencapai Rp21,9 triliun per 16 Juli 2026 dari target Rp25 triliun.
- Kemenkeu menilai ORI030 menawarkan keamanan, kupon tetap, dan imbal hasil kompetitif.
- Pemerintah masih akan menerbitkan tiga seri SBN ritel hingga akhir 2026.
Jakarta – Realisasi penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 sudah mencapai Rp21,9 triliun hingga 16 Juli 2026. Angka itu mendekati target penerbitan Rp25 triliun yang ditetapkan pemerintah.
Ketua Tim Pengembangan dan Pendalaman Pasar Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Chandra A.S. Wibowo mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Menurut Chandra, kondisi ekonomi saat ini membuat investor lebih mengutamakan instrumen yang aman, memberikan kepastian, serta memiliki imbal hasil menarik.
Baca juga: Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta
ORI030 Jadi Pilihan Investor di Tengah Ketidakpastian
Chandra menilai ORI030 menjadi salah satu alternatif investasi yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Instrumen ini menawarkan kupon tetap dengan tenor tiga tahun dan enam tahun serta dikenai pajak lebih rendah dibandingkan deposito.
“Jadi, saya melihat ORI030 ini di saat ekonomi seperti sekarang, ini adalah salah satu alternatif yang aman, pasti, dan juga menawarkan imbal hasil kompetitif bagi para investor, khususnya investor individu,” ujarnya dalam agenda UOB Media Literacy, dikutip Antara, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan instrumen tersebut juga sesuai bagi investor pemula. Kepastian imbal hasil dinilai menjadi daya tarik utama di tengah dinamika pasar keuangan.
Chandra mengungkapkan realisasi penjualan ORI030 per 16 Juli 2026 pukul 16.00 WIB telah mencapai Rp21,9 triliun. Nilai itu berasal dari target penerbitan sebesar Rp25 triliun dengan masa penawaran berlangsung hingga 30 Juli 2026.
Masih Ada Tiga SBN Ritel Tahun Ini
Chandra optimistis prospek investasi SBN ritel sepanjang 2026 tetap positif. Pemerintah juga masih akan menawarkan tiga seri SBN ritel hingga akhir tahun.
“Saya melihat prospek investasi pada SBN Ritel sepanjang 2026 masih sangat bagus. Ke depan dari perspektif investor, hal ini masih sangat bagus. Masih ada sekitar tiga SBN (Surat Berharga Negara) yang akan ditawarkan pemerintah sampai akhir tahun nanti,” kata Chandra.
Peluang tersebut dinilai membuka ruang bagi investor individu untuk terus menambah portofolio melalui instrumen surat utang negara.
Baca juga: BRI Tawarkan ORI030, Segini Besaran Kuponnya
UOB Nilai Peluang Obligasi Masih Menarik
Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia Emillya Soesanto mengatakan valuasi pasar saham Indonesia saat ini tergolong murah. Di sisi lain, stabilitas rupiah tetap terjaga berkat koordinasi kebijakan pemerintah dan regulator.
Menurutnya, kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen diikuti stabilnya imbal hasil obligasi. Kondisi itu membuat pasar obligasi ritel tetap menarik pada semester II-2026.
“Kalau melihat apa yang dilakukan regulator, sudah terkoordinasi dengan baik dan respons cepat yakni ketika BI (Bank Indonesia) menaikkan suku bunga BI Rate ke 5,75 persen dan imbal hasil obligasi stabil. Pada Semester II-2026 ini kita melihat peluang investasi terbuka lebar, khususnya di pasar obligasi ritel dengan imbal hasil obligasi 7 persen, yakni ORI030 dengan tenor 6 tahun menjadi pilihan,” ujarnya.
Emillya menilai ORI030 cocok bagi investor konservatif. Imbal hasil yang kompetitif dan jaminan pemerintah menjadi alasan instrumen tersebut layak dipertimbangkan untuk memperkuat portofolio investasi.
“ORI030 sangat cocok untuk profil investor konservatif. Saat ini merupakan kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio kita karena imbal hasilnya bagus, keamanan terjamin,” katanya.
Dengan capaian penjualan yang hampir menyentuh target, ORI030 menunjukkan minat investor ritel terhadap instrumen investasi berbasis surat utang negara masih tetap kuat pada 2026. (*)
Editor: Galih Pratama


