Poin Penting:
- Indonesia resmi menjadi anggota pendiri WAICO atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
- WAICO dibentuk untuk memperkuat kerja sama dan tata kelola AI global yang aman, adil, dan berpusat pada manusia.
- Indonesia berkomitmen menjembatani kesenjangan teknologi AI bagi negara berkembang.
Jakarta – Indonesia resmi bergabung dengan WAICO atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization yang diinisiasi China. Keputusan itu diambil atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat peran Indonesia dalam tata kelola kecerdasan artifisial global.
Keikutsertaan Indonesia ditandai dengan penandatanganan dokumen pendirian organisasi tersebut di Shanghai, Kamis (16/7). Dokumen itu diteken Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mendapat arahan Presiden dalam rapat terbatas pada 13 Juli.
Baca juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Proyek Mangkrak 28 Tahun Lalu
Menurut Airlangga, langkah tersebut bertujuan mempercepat pembangunan ekonomi sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah juga ingin memastikan pemanfaatan AI memberi manfaat nyata bagi masyarakat dunia.
WAICO Jadi Langkah Strategis Indonesia di Tata Kelola AI Global
Airlangga mengatakan, penandatanganan WAICO merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo. Pemerintah ingin Indonesia ikut menentukan arah pengembangan AI yang aman, adil, dan bermanfaat.
“Penandatanganan ini dilakukan atas arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pembangunan ekonomi yang mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan dari PBB, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis di Shanghai, seperti dikutip dari Antara.
Sebanyak 29 negara menandatangani dokumen pendirian organisasi tersebut. Penandatangan berasal dari berbagai negara, termasuk China, Kazakhstan, Laos, Pakistan, Rusia, Brasil, Afrika Selatan, serta disaksikan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
Baca juga: Negara G20-BRICS Perkuat Kolaborasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Global
Airlangga menilai keterlibatan Indonesia penting agar pengembangan AI tidak hanya didominasi negara maju. Menurutnya, kerja sama internasional diperlukan untuk menciptakan tata kelola AI yang sehat dan berpihak kepada kepentingan seluruh umat manusia.
“Indonesia perlu terlibat langsung dalam kerja sama internasional dan tata kelola global tentang AI untuk pengembangan yang sehat dan ke arah yang bermanfaat, aman, dan adil untuk kepentingan seluruh umat manusia, sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB,” ujarnya.
Indonesia Jadi Anggota Pendiri Organisasi AI Global
Perjanjian pendirian WAICO menetapkan organisasi ini sebagai lembaga internasional antarpemerintah yang independen. Seluruh negara penandatangan otomatis menjadi anggota pendiri sekaligus negara anggota.
Organisasi tersebut mengusung prinsip Piagam PBB dengan pendekatan berpusat pada manusia. Tujuannya memperkuat kerja sama internasasional, mendorong tata kelola AI global, serta memastikan teknologi berkembang secara aman, adil, dan tertib.
Baca juga: Teknologi AI Mulai Ubah Cara Investor Ritel Analisis Saham
Airlangga menegaskan posisi Indonesia sebagai anggota pendiri menjadi langkah strategis. Pemerintah ingin memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam memanfaatkan AI untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
“Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO hari ini adalah tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk mengambil peran aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide) dan pengelolaan AI agar lebih aman (safe), tepercaya (trustworthy), dan beretika (ethical),” kata Airlangga.
WAIC 2026 Tampilkan Arah Baru Pengembangan AI
Pembentukan WAICO berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Sebelum penandatanganan, delegasi juga mengikuti pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping dan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres.
WAIC pertama digelar pada 2018 sebagai ajang pameran teknologi sekaligus forum kerja sama internasional di bidang AI. Tahun ini, konferensi menghadirkan 1.400 pembicara, 1.100 perusahaan, serta sekitar 3.000 produk dan teknologi, termasuk lebih dari 300 peluncuran global.
Sejumlah perusahaan teknologi besar China turut berpartisipasi, seperti Huawei, Alibaba, Baidu, MiniMax, StepFun, dan Zhipu AI. Sektor robotika juga menampilkan berbagai inovasi dari Unitree, Fourier Intelligence, AgiBot, hingga perusahaan pengembang chip.
Konferensi tersebut menyoroti tren AI Agent yang mampu menyelesaikan pekerjaan secara mandiri. Selain itu, pengembangan embodied AI atau robot humanoid mulai diterapkan di pabrik dan gudang sebagai bagian dari aktivitas industri.
Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin berperan lebih aktif dalam membentuk tata kelola AI global, sekaligus memastikan perkembangan teknologi memberi manfaat yang aman, tepercaya, dan setara bagi seluruh negara. (*)
Editor: Yulian Saputra


