Investor memantau pergerakan saham/istimewa
Jakarta – Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (1/11), diperkirakan bakal kembali menghijau, melanjutkan tren positif yang telah terjadi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya.
Pada Senin (31/10), indeks berhasil menutup perdagangan dengan penguatan sebesar 42,85 poin (0,61 persen) menuju level 7.098,89. Dengan modal tren tersebut, IHSG diyakini masih memiliki ruang untuk kembali merangsek naik, meski dengan porsi penguatan yang cukup terbatas.
Di sepanjang perdagangan, ruang gerak indeks diperkirakan bakal berada di kisaran 6.954 hingga 7.172. Menurut Chief Executive Officer PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya, ada beberapa sentimen positif yang tersedia di pasar, yang dapat dimanfaatkan IHSG untuk mengawali langkahnya di Bulan November 2022 dengan penguatan.
“Di antaranya, laporan kinerja emiten pada kuartal III yang masih akan terus dilansir, ditambah oleh jelang rilis data perekonomian berupa inflasi yang diperkirakan akan berada dalam kondisi stabil, tentunya dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG hari ini,” ujar William, dalam risetnya di Jakarta.
Dengan tren yang cukup berpihak, William menilai ada sejumlah saham yang cukup prospektif dan layak dilirik untuk dikoleksi. Beberapa saham tersebut, diantaranya, meliputi UNVR, INDF, ICBP, ASRI dan PWON. Selain itu, masih ada lagi CTRA, BSDE, HMSP dan GGRM. (*) TAF
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More