Jakarta – PT Bank Mandiri terus mendorong sinergi dengan sejumlah bank perekonomian rakyat (BPR) dan BPR syariah untuk meningkatkan digitalisasi layanan perbankan di Tanah Air guna memperluas akses masyarakat kepada layanan keuangan.
Adapun sinergi yang dilakukan meliputi kerja sama Bank Induk dimana Bank Mandiri menghubungkan BPR dengan jaringan GPN dan kerja sama Non-Bank Induk dimana BPR dapat mengakses Mandiri Virtual Account, API Retail, Co-branding & Topup Emoney, dan QRIS.
Di samping itu, juga terapat kerja sama BPR dengan MAD (Mandiri Auto Debit) dan penyediaan solusi retail dan wholesale bank lain termasuk melalui Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.
SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K. Triprakoso mengatakan, Bank Mandiri sebagai bank induk dari 13 BPR/BPRS terus mendukung transformasi digital BPR/BPRS. Kerjasama bank induk ini bertujuan untuk dapat menciptakan benefit dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi.
Hal ini juga sesuai dengan PBI No. 19/B/PB/2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Pasal 5 ayat 4 dan untuk mendukung kebijakan regulator terhadap digitalisasi BPR/BPRS, maka Bank Mandiri akan bertindak sebagai Bank Induk bagi BPR/BPRS.
“Melalui kerjasama Bank Induk, nasabah BPR/BPRS dapat melakukan transaksi Tarik Tunai, Cek Saldo, Transfer melalui ATM maupun Mobile Banking dengan tujuan Bank Umum ataupun sebaliknya,” ujar Josephus dalam seminar ‘Sinergi Bank Umum dan BPR Dalam Digitalisasi Layanyan Perbankan’ yang digelar The Finance, Jumat 23 Juni 2023.
Lebih lanjut, roadmap kerjasama Bank Induk setelah kartu ATM dan Mobile Banking adalah kartu Debit dan Issuer QRIS (Subject to Approval Regulator). Kerjasama ini khusus bagi BPR/BPRS yang sudah memiliki izin kartu ATM/ mesin ATM/Mobile Banking.
Josephus pun mengungkapkan, keuntungan dari kerjasama BPR/BPRS dengan bank induk khususnya Bank Mandiri, yaitu dengan layanan Bank Induk, BPR/BPRS dapat terhubung dengan bank-bank dalam jaringan GPN, dan mengurangi proses yang dilakukan secara manual sehingga layanan lebih efektif dan efisien.
Selanjutnya, menambah potensi pendapatan dari fee-based income transaksi, memberi kemudahan akses bagi nasabah BPR/BPRS bertransaksi elektronik sebagai bagian peningkatan layanan, meningkatkan daya saing & brand image BPR/BPRS di era digitalisasi perbankan, serta peningkatan dana pihak ketiga (DPK). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More