Nilai Ekspor Indonesia Februari 2018 Turun 3,14%
Jakarta–Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi Oktober 2016 yang tecatat sebesar 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 125,59. Sementara jika dibandingkan dengan Oktober 2015 justru mengalami deflasi sebesar 0,08%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 82 kota IHK, 48 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Tingkat laju inflasi Oktober tertinggi terjadi di Sibolga 1,32% dengan IHK 130,83 dan terendah terjadi di Depok dan Manado masing-masing sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing 123,65 dan 124,03.
“Deflasi tertinggi terjadi di Sorong 1,10% dengan IHK 125,95 dan terendah terjadi di Banda Aceh dan Merauke masing-masing sebesar 0,02% dengan IHK masing-masing 118,92 dan 130,73,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 1 November 2016.
Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,24%, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,56%, kelompok kesehatan 0,29%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,10%.
“Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan 0,21 persen, kelompok sandang 0,31% dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,03%,” ucapnya.
(Baca juga : BPS: Jumlah Kunjungan Wisman ke RI Capai 1,01 Juta Orang)
Sementara untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2016 sebesar 2,11% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) sebesar 3,31%. Komponen inti pada Oktober 2016 mengalami inflasi sebesar 0,10%, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2016 sebesar 2,68%.
“Untuk tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) sebesar 3,08%,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More