Lagi, Aliran Modal Asing Kabur Rp4,81 Triliun Jelang Akhir Mei

Lagi, Aliran Modal Asing Kabur Rp4,81 Triliun Jelang Akhir Mei

BI-Fast Cadangan Devisa Modal Asing Penggunaan Rupiah
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali mencatatkan aliran modal asing keluar dari Indonesia atau capital outflow pada minggu ketiga di Mei 2022 dengan total sebesar Rp4,81 triliun.

“Berdasarkan data transaksi 17-19 Mei 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp4,81 triliun,” jelas Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Jumat, 20 Mei 2022.

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan, aliran modal asing keluar paling besar dari aksi jual neto di pasar SBN sebesar Rp4,44 triliun dan diikuti oleh jual neto di pasar saham sebesar Rp370 miliar.

Jika diakumulasikan, aliran modal asing sampai dengan 19 Mei 2022 year-to-date (ytd), terjadi transaksi nonresiden jual neto Rp105,04 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp62,82 triliun di pasar saham. Premi CDS Indonesia 5 tahun relatif stabil ke level 128,39 bps per 19 Mei 2022 dari 128,08 bps per 13 Mei 2022.

Kemudian untuk tingkat inflasi, BI mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Mei 2022, perkembangan harga pada Minggu III Mei 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi 0,38% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Mei 2022 secara tahun kalender sebesar 2,54% (ytd), dan secara tahunan sebesar 3,53% (yoy).

Penyumbang utama inflasi Mei 2022 sampai dengan minggu III yaitu komoditas angkutan udara dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06% (mtm), daging ayam ras 0,05% sebesar (mtm), telur ayam ras sebesar 0,04% (mtm), daging sapi dan angkutan antar kota masing-masing sebesar 0,02% (mtm), udang basah, kacang panjang, jeruk, sawi hijau, tempe, tahu mentah, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, dan air minum kemasan, masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode minggu ini yaitu minyak goreng, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar -0,01% (mtm). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]