Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan aset yang baik, dengan mencapai Rp6,9 triliun pada akhir September 2017, meningkat 4 persen bila dibandingkan dengan posisi Desember 2016 sebesar Rp6,7 triliun dan tumbuh 10 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp6,3 triliun.
Sedangkan untuk total liabilitas, lanjut Djaja, mencapai Rp6 triliun atau naik sebesar 10 persen dari Rp5,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. “Kami meyakini menghadapi sisa di 2017 untuk kinerja yang lebih baik lagi,” ucapnya.
Baca juga: Pembiayaan Sektor Produktif Jadi Tantangan Terbesar Multifinance
Di tempat yang sama Direktur Keuangan Perseroan Zacharia Susantadiredja menambahkan, hingga akhir September 2017, sumber dana berjumlah Rp5,4 triliun dengan pinjaman bank sebesar Rp2,8 triliun dan pinjaman obligasi sebesar Rp2,7 triliun, naik 12 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama yakni Rp4,9 triliun.
Sementara itu, gearing ratio masih terjaga pada tingkat 5,5 kali. “Kami juga berencana untuk menerbitkan Obigasi Berkelanjutan WOM Finance II Tahap III di akhir tahun ini untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Kami akan terus menjaga momentum positif ini,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Amartha menyalurkan pembiayaan Rp13,2 triliun pada 2025, tumbuh lebih dari 20% secara tahunan,… Read More
Poin Penting BNI–Siemens Indonesia menjalin kerja sama pembiayaan Rp300 miliar untuk proyek dan modal kerja… Read More
Poin Penting Tensi geopolitik mendorong aliran dana ke USD, membuat rupiah tetap rentan meski sempat… Read More
Poin Penting Empat BPR/BPRS dilikuidasi akibat dampak bencana di wilayah Sumatra, dengan kondisi terparah dialami… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo menegaskan pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis mendorong… Read More
Poin Penting Tabungan di atas Rp5 miliar melonjak 22,76% pada akhir 2025, didorong penempatan dana… Read More