Pelayanan di Tugu Insurance. Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mampu mencatatkan kinerja keuangan yang positif di sepanjang kuartal III-2022, yang tercermin dari perolehan laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp262,21 miliar.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat dalam Public Expose (Pubex) 2022, di Jakarta, 5 Desember 2022 menjelaskan, realisasi laba di kuartal III-2022 tersebut naik sebesar 15% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp229 miliar.
Menurutnya, kenaikan laba perseroan tersebut dikontribusikan dari meningkatnya premi bruto, pendapatan investasi dan pendapatan usaha lainnya.
“Pada kesempatan Pubex ini kami juga turut melaporkan kepada Shareholders terkait peranan Perseroan sebagai perusahaan publik yang melaksanakan rangkaian aktivitas bentuk tanggung jawab terhadap sosial dan lingkungan yang diselaraskan dengan Sustainability Development Goals (SDG) dan Environment, Social & Corporate Government (ESG) melalui 4 Pilar Bakti TUGU yang terdiri dari Bakti Untuk Kesehatan, Bakti Untuk Pendidikan, Bakti Untuk Lingkungan Hidup dan Bakti Untuk Pemberdayaan Masyarakat,” ujar Tatang.
Dengan kinerja laba perusahaan yang positif, nilai aset perseroan juga tercatat mengalami pertumbuhan menjadi sebesar Rp20,85 triliun di kuartal III-2022, bila dibandingkan dengan periode 31 Desember 2021 yang tercatat sebesar Rp20,19 triliun.
Total aset yang mengalami pertumbuhan tersebut, juga diikuti oleh jumlah Ekuitas perseroan yang turut naik menjadi Rp9,06 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp8,79 triliun. (*)
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More