Poin Penting
- BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy dari Rp1,62 triliun.
- Penyaluran kredit melonjak 19,26 persen yoy menjadi Rp894,29 triliun, pendapatan bunga bersih naik 17,38 persen menjadi Rp3,72 triliun.
- Adapun DPK naik 35,80 persen menjadi Rp1.051,49 triliun, total aset tumbuh 24,98 persen menjadi Rp1.344,08 triliun, didukung CASA 68,38 persen.
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan kinerja positif di awal 2026. Per Januari, BNI berhasil membukukan laba bersih (bank only) Rp1,68 triliun, atau naik 3,45 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari tahun lalu di periode yang sama Rp1,62 triliun.
Mengutip laporan keuangan perseroan, Rabu, 25 Februari 2026, capaian laba bersih tersebut tak lepas dari kinerja intermediasi yang solid.
Hingga Januari 2026, bank pelat merah yang dipimpin Putrama Wahju Setyawan sebagai direktur utama ini mampu menyalurkan kredit Rp894,29 triliun atau tumbuh double digit 19,26 persen yoy dari Januari 2025 yang sebesar Rp749,82 triliun.
Agresivitas penyaluran kredit BNI tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan nasional sebesar 10,2 persen yoy di Januari 2026, menurut data Bank Indonesia.
Baca jug: BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran
Sejurus dengan itu, pendapatan bunga BNI ikut terdongkrak naik 12 persen dari Rp5,47 triliun di Januari 2025 menjadi Rp6,15 triliun pada Januari 2026. Hanya saja, beban bunga naik 5,61 persen yoy menjadi Rp2,30 triliun.
Meski demikian, BNI tetap mampu mencatatkan kenaikan pendapatan bunga bersih Rp3,72 triliun per Januari 2026, atau tumbuh double digit 17,38 persen yoy.
Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI tercatat melejit 35,80 persen dari Rp774,28 triliun (Januari 2025) menjadi Rp1.051,49 triliun (Januari 2026).
Jika dirinci, pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan tiga instrumen DPK, di antaranya giro naik 49,36 persen menjadi Rp443,70 triliun, tabungan tumbuh 9,88 persen menjadi Rp275,37 triliun, dan deposito naik 46,68 persen jadi Rp332,41 triliun.
Baca juga: Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank
Komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio Current Account Saving Account (CASA) terjaga di level 68,38 persen, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas.
Sementara menutup Januari 2026, total aset BNI tumbuh 24,98 persen menjadi Rp1.344,08 triliun, ketimbang Januari 2025 yang sebesar Rp1.075,37 triliun. (*)










