Poin Penting
- Prodia membukukan laba bersih Rp17,9 miliar di kuartal I 2026, melonjak 150,1 persen yoy, didorong kenaikan pendapatan dan efisiensi biaya
- Pertumbuhan kinerja didukung permintaan berkelanjutan dari tes rutin dan esoterik. Beban pokok pendapatan naik 4,4 persen menjadi Rp229,3 miliar seiring peningkatan volume pemeriksaan
- Prodia fokus menjaga margin lewat efisiensi dan penguatan digital serta layanan precision medicine. Arus kas operasi positif Rp112,2 miliar.
Jakarta – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), emiten dengan layanan laboratorium medis dan klinik, mencatatkan laba bersih Rp17,9 miliar di kuartal I 2026, melesat 150,1 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan, serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional.
Hingga Maret 2026, Prodia membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 miliar, atau tumbuh 3,8 persen yoy. Pendapatan PRDA pada periode ini tetap didorong oleh kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukkan permintaan yang berkelanjutan.
Baca juga: RUPST Prodia Sepakat Tebar Dividen Rp144 Miliar dan Rombak Pengurus
Direktur Utama PRDA, Liana Kuswandi menyampaikan bahwa, kuartal I 2026 menjadi referensi awal bagi perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idulfitri yang memengaruhi pola konsumsi.
Di sisi lain, kata Liana, Prodia juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent.
“Untuk mendorong kinerja positif ke depannya, perseroan mengakselerasi strategi utama melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan dan mengembangkan precision medicine melalui specialty clinics seperti stem cell, autoimmune & allergy, dan longevity,” ucap Liana dalam keterangan resmi dikutip, 1 Mei 2026.
Lebih lanjut, sejalan dengan pergerakan pendapatan, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp229,3 miliar atau mengalami kenaikan 4,4 persen yoy.
Kenaikan beban ini sejalan dengan meningkatnya visit dan volume tes pemeriksaan yang mencerminkan tingginya permintaan tes diagnostik serta didukung dengan peningkatan penjualan tes rutin dan tes esoterik yang optimal di kuartal I.
Di sepanjang 2026, Prodia akan tetap fokus menjaga margin laba melalui efisiensi biaya yang lebih ketat, sambil memastikan seluruh operasi berjalan secara optimal.
Baca juga: Prodia Bukukan Laba Bersih Rp206,7 Miliar Sepanjang 2025
Dari sisi arus kas, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp112,2 miliar. Hal itu mencerminkan dinamika operasional perseroan serta pengelolaan modal kerja yang tetap terjaga secara prudent dalam mendukung keberlangsungan bisnis.
Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat sebesar minus Rp62,8 miliar, seiring dengan pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang. (*)
Editor: Galih Pratama




