Jakarta – PT Bank Ganesha Tbk mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar Rp39,2 miliar di sepanjang 2016. Perolehan laba bersih tersebut meningkat 619% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp5,5 miliar.
Presiden Direktur Bank Ganesha Surjawaty Tatang mengatakan, pertumbuhan laba yang mencapai 619% itu, didorong oleh penyaluran kredit di 2016 yang sebesar Rp2,42 triliun atau tumbuh 94% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,25 triliun.
Selain itu, laba perseroan juga didorong oleh total pendapatan operasional Bank Ganesha yang mencapai Rp180 miliar atau naik 58% yoy dari periode yang sama di 2015 sebesar Rp113,7 miliar, yang ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih.
“Pendapatan Bunga Bersih tumbuh 68% yoy menjadi Rp160,9 miliar, sementara pendapatan berbasis biaya naik 5% yoy menjadi Rp19,1 miliar didorong peningkatan kinerja dalam pendapatan biaya, komisi dan bisnis treasury,” ujar dia dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 8 Maret 2017.
Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami kenaikan 65% (yoy) menjadi Rp2,72 triliun, di mana Giro dan Tabungan (CASA) mencatat kenaikan sebesar 28% (yoy) menjadi Rp711 miliar. Kemudian untuk deposito berjangka, tumbuh sebesar 85% yoy menjadi Rp2,017 triliun pada akhir 2016.
Bank juga menunjukkan perbaikan yang berkesinambungan dalam kualitas kreditnya untuk tetap menerapkan prinsip-prinsip kehati-hatian perbankan. Rasio NPL Gross dan NPL-Net masing-masing membaik menjadi 1,32% dan 0,80% pada akhir 2016 dari 3,14% dan 1,80% setahun sebelumnya.
Di sisi lain, lanjut dia, struktur permodalan Bank juga tumbuh kuat, setelah selesainya proses Penawaran Umum Perdana saham (IPO) pada semester pertama 2016. Sehingga Capital Adequacy Ratio Bank mencapai 34,9% pada 2016, atau meningkat pesat 20,5% dibandingkan 14,4% di 2015 lalu.
Perbaikan permodalan ini, kata dia, telah mendorong Bank Ganesha masuk menjadi salah satu bank terkemuka dalam kategori BUKU II dengan total ekuitas sebesar Rp1,068 triliun, naik 407% (yoy) dari Rp210 miliar di 2015. Kondisi ini juga turut mendorong aset menjadi Rp4,23 triliun atau naik 115% dari Rp1,974 triliun di 2015.
“Kinerja yang baik ini menggaris bawahi kekuatan model perbankan kami dan mencerminkan komitmen kami untuk terus memenuhi kebutuhan perbankan nasabah, mendukung perekonomian nasional dan menjadi bank terbaik di kelasnya, dengan memberikan produk yang handal dan inovatif melalui layanan terbaik,” tutupnya. (*)
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More