Perbankan

Laba BCA Tumbuh 5,76 Persen jadi Rp4,72 Triliun pada Januari 2025

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan kinerja ciamik di awal 2025. Ini tecermin dari raihan laba perseroan yang tercatat sebesar Rp4,72 triliun pada periode Januari 2025.

Perolehan laba BCA tersebut tumbuh 5,76 persen secara tahunan atau year on year (yoy), ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,46 triliun.

Mengutip laporan keuangan perseroan, 19 Februari 2025, raihan laba perseroan yang dipimpin Jahja Setiaatmadja selaku presiden direktur utama ini, didongkrak pendapatan bunga yang tumbuh 5,24 persen menjadi Rp7,72 triliun.

Di sisi lain, BCA mampu menekan beban bunga sepanjang Januari 2025. Tercatat, beban bunga perseroan susut 3,22 persen, dari Rp1,06 triliun pada 2024 menjadi Rp1,02 triliun di 2025. Alhasil, pendapatan bunga bersih BCA meningkat 6,73 persen menjadi Rp6,69 triliun.

Pendapatan bunga bersih tersebut didorong kinerja intermediasi perseroan. Sepanjang Januari 2025, BCA agresif menyalurkan kredit dan pembiayaan hingga Rp893,02 triliun atau tumbuh 15,06 persen ketimbang tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp776,08 triliun.

Baca juga: RUPS Tahunan BCA Maret Bakal Rombak Komisaris-Direksi, Ini Kata Analis

Adapun dari sisi funding, BCA mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,90 persen, dari Rp1.078,36 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp1.120,46 triliun pada Januari 2025.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan tabungan yang tumbuh 7,97 persen menjadi Rp563,28 triliun dan giro yang meningkat 4,82 persen menjadi Rp361,77 triliun.

Pertumbuhan DPK dan kredit turut mendongrak total aset BCA mencapai Rp1.430,85 triliun pada 2024, meningkat 4,57 persen dari 2024 yang sebesar Rp1.368,25 triliun.

RUPST BCA

PT Bank Central Asia Tbk atau BCA akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 12 Maret 2025. Dalam pengumuman pemanggilan pemegang saham RUPST yang diterima Infobanknews, terdapat sejumlah mata acara rapat.

Selain penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2024, salah satu agenda penting dalam rapat tersebut adalah perubahan susunan pengurus dewan komisaris dan direksi perseroan.

Perubahan pengurus yang diusulkan dalam rapat adalah mengangat Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sebagai presiden komisaris utama menggantikan Djohan Emir Setijoso yang mengundurkan diri pada Desember 2024 lalu.

Adapun suksesor yang diusulkan menggantikan posisi Jahja yang sudah lebih dari 14 tahun menjabat presiden direktur perseroan ini, adalah Gregory Hendra Lembong. Diketahui, Hendra Lembong saat ini merupakan wakil presiden direktur BCA.

Sementara dalam pernyataannya, Jahja mengatakan, setelah 35 tahun berkarier di BCA, sudah saatnya dia menggantikan jabatan presiden komisaris (preskom) perseroan yang ditinggalkan Djohan Emir Setijoso.

“Sudah saatnya saya akan menggantikan jabatan Preskom agar ada terus kesinambungan dalam kepengurusan di BCA,” jelas Jahja kepada Infobanknews beberapa waktu lalu.

Dia berharap, para insan BCA untuk terus mendukung pengurus baru, terutama Hendra Lembong sebagai presiden direktur dan John Kosasih yang diangkat jadi wakil presiden direktur, serta Hendra Tanumihardja sebagai direktur perseroan.

Baca juga: Profil Gregory Hendra Lembong, Calon Pengganti Jahja Setiaatmadja sebagai Presdir BCA

“Dengan tulus, saya harapkan dukungan bapak ibu untuk terus dukung mereka, seperti dukungan dan support bpk/ibu semua pada saya,” ujarnya.

Jahja meyakini BCA dan group akan terus berkembang semakin baik dan bisa lebih baik lagi ke depannya. Dia juga berharap budaya “mau repot” dan saling support terus dilanjutkan.

“Kekompakan team, budaya mau repot dan saling support serta agile agar bisa terus dilanjutkan,” pungkasnya.

Sementara, pengurus lain yang diusulkan menduduki posisi anyar adalah mengangkat John Kosasih sebagai wakil presiden direktur perseroan dan Hendra Tanumihardja yang diusulkan sebagai direktur perseroan.

RUPST BCA dijadwalkan akan berlangsung pada 12 Maret 2025 di Menara BCA, Grand Indonesia Jakarta. Rapat digelar dengan mekanisme secara fisik dan elektronik yang dimulai pukul 09.30 WIB.

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pemerintah Target Restrukturisasi BUMN Rampung 2026, Ini Strateginya

Poin Penting Restrukturisasi BUMN ditargetkan rampung 2026, dengan fokus pada perbaikan fundamental agar lebih sehat,… Read More

2 mins ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat 3,39 Persen ke Level 7.207

Poin Penting IHSG menguat signifikan 3,39% ke level 7.207 pada sesi I, didorong sentimen positif… Read More

1 hour ago

Kemenkop dan MUI Kolaborasi Perkuat Ekonomi Umat lewat Koperasi Desa

Poin Penting Kemenkop dan MUI berkolaborasi untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi berbasis syariah.… Read More

2 hours ago

Purbaya Ungkap Alasan Tahan Harga BBM Subsidi demi Jaga Daya Beli

Poin Penting: Pemerintah menahan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah perlambatan… Read More

2 hours ago

Adira Finance Tebar Dividen Rp777,37 Miliar, Cek Jadwalnya

Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More

4 hours ago

Injeksi Likuiditas ke Bank Pelat Merah, Bank-bank Non-Himbara Kena Spillover Effect

Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More

4 hours ago