Poin Penting
- BCA membukukan laba bersih Rp9,22 triliun hingga Februari 2026, naik tipis 2,8 persen yoy dari Rp8,97 triliun
- Penyaluran kredit tumbuh 5,84 persen menjadi Rp953,22 triliun, masih di bawah target pertumbuhan 2026 sebesar 8–10 persen
- DPK naik 9,5 persen didorong giro, namun kenaikan beban bunga membuat pendapatan bunga bersih turun tipis 0,15 persen yoy.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp9,22 triliun hingga Februari 2026. Angka ini tumbuh 2,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp8,97 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan, penyaluran kredit BCA hanya tumbuh 5,84 persen atau Rp953,22 triliun, dibandingkan Februari 2025 yang sebesar Rp900,65 triliun. Pertumbuhan ini pun masih jauh dari sasaran target BCA pada tahun 2026 yang sebesar 8 hingga 10 persen.
Dari capaian tersebut, BCA mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp14,985 triliun, naik 0,79 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp14,868 triliun.
Baca juga: BCA Siap Dukung Implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan
Sementara, beban bunga BCA terpantau naik. Hingga Februari 2026 beban bunga BCA mencapai Rp2,12 triliun, meningkat 6,9 persen yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,99 triliun.
Dengan begitu, pendapatan bunga bersih yang diperoleh BCA sebesar Rp12,85 triliun, angka ini menyusut tipis 0,15 persen yoy dibandingkan Februari 2025 yang senilai Rp12,87 triliun.
Dari sisi funding, BCA mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,5 persen menjadi Rp1.223,76 triliun pada Februari 2026 dari Rp1.117,67 triliun pada Februari 2025.
Baca juga: Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat
Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh peningkatan giro yang melonjak 22,28 persen yoy menjadi Rp431,51 triliun. Kemudian, tabungan yang tumbuh 7,28 persen yoy menjadi Rp609,99 triliun dan deposito tumbuh 7,09 persen yoy menjadi Rp182,25 triliun.
Pertumbuhan DPK dan kredit turut mendongkrak total aset BCA mencapai Rp1.563,219 triliun pada Februari 2026, meningkat 9,51 persen dari tahun 2025 pada periode sama yang sebesar Rp1.427,410 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama




