Poin Penting
- Bank Danamon mencatat laba bersih Rp1,1 triliun di Q1 2026, tumbuh 35 persen yoy, ditopang PPOP naik 12 persen menjadi Rp2,6 triliun dan perbaikan biaya kredit
- Kredit dan trade finance mencapai Rp216,2 triliun (+9 persen yoy), dengan pertumbuhan di seluruh segmen bisnis, serta dana pihak ketiga naik 16 persen menjadi Rp176,1 triliun
- Rasio NPL membaik ke 1,6 persen dengan coverage 290,6 persen, serta LAR turun ke 8,2 persen, mencerminkan manajemen risiko yang solid.
Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba Rp1,1 triliun di kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 35 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan tahun lalu.
Capaian laba bersih tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) sebesar 12 persen (yoy) menjadi Rp2,6 triliun.
Selain itu, biaya kredit (cost of credit) juga membaik menjadi sebesar 13 persen yoy, sehingga mendorong laba operasional mencapai Rp 1,6 triliun di Maret 2026.
Baca juga: Bos Danamon dari Orang Asing Kembali ke Orang Asing
Direktur Utama BDMN, Nobuya Kawasaki, mengatakan bahwa Bank Danamon mengawali 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Dengan arahan strategis untuk tumbuh bersama sebagai Satu Grup Finansial, Danamon berkomitmen tetap menjadi penyedia solusi finansial yang mendapatkan kepercayaan nasabah, serta terus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” ucap Nobuya dalam keterangan resmi dikutip, 30 April 2026.
Dari sisi intermediasi, realisasi kredit dan trade finance secara konsolidasian tercatat senilai Rp216,2 triliun atau mengalami kenaikan sebanyak 9 persen yoy. Hal itu juga mencakup surat berharga yang dapat diperjualbelikan kembali atau marketable securities.
Perseroan mencatat pertumbuhan kredit 11 persen pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution, lalu dari lini bisnis SME Banking naik 9 persen, tumbuh 7 persen pada lini bisnis Consumer Banking, dan 5 persen pada lini bisnis Adira Finance.
Kualitas kredit juga terjaga. Rasio Non-performing Loan (NPL) bruto 1,6 persen atau 30 basis poin lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rasio cakupan NPL atau NPL coverage ratio sebesar 290,6 persen, meningkat 8,3 poin persentase dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca juga: Simak! Bocoran Dividen Bank Danamon Tahun Buku 2025
Sementara dari sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan atau current account and savings account (CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp176,1 triliun, tumbuh 16 persen yoy.
Pertumbuhan pada sisi intermediasi keuangan dan profitabilitas dicapai dengan kualitas aset yang tetap terjaga, di mana per 31 Maret 2026, Danamon mencatatkan rasio loan at risk (LAR) sebesar 8,2 persen atau lebih baik 2,4 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama




