Di sisi lain, laba bersih dari bisnis jasa keuangan naik 42 persen menjadi Rp2,9 triliun, sebagian besar karena keuntungan yang kembali dihasilkan oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI). “Kemudian segmen alat berat dan pertambangan juga meningkat sebesar 80 persen menjadi Rp3,4 trilliun,” tutur Prijono.
Dari segmen agribisnis, dia menuturkan, mencatatkan laba bersih meningkat sebesar 23 persen menjadi Rp1,1 trilliun. Bisnis properti juga mengalami peningkatan 15 persen menjadi Rp97 miliar, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan laba dari proyek Anandamaya Residences yang direncanakan selesai pada tahun 2018. “Sementara laba bersih dari segmen teknologi informasi tercatat stabil sebesar Rp105 miliar,” sebut dia.
Sedangkan untuk divisi infrastruktur dan logistik, diungkapkannya mencatat kerugian bersih sebesar Rp66 miliar, dibandingkan dengan laba bersih sebesar Rp213 miliar pada periode sama tahun lalu, sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari ruas jalan tol baru Cikopo-Palimanan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More