Perbankan

Laba 2024 Melesat Triple Digit, BCA Digital Beberkan Strateginya

Jakarta – Tahun 2024 menjadi momen yang amat positif bagi PT Bank Digital BCA (BCA Digital). Seluruh aspek kinerja perusahaan berhasil tumbuh secara ekspansif.

Pertumbuhan ini disyukuri oleh Yoga T Susilo, Head of Corporate Planning BCA Digital. Meskipun merupakan anak perusahaan PT Bank Central Asia (BCA) yang paling muda, mereka mampu mencatat kinerja yang sangat positif.

“Walaupun kami (anak perusahaan paling bungsu), tentu kami pengen berkontribusi terhadap parent group. Kami cukup happy, bahwa di 2024 kemarin, kita tutup dengan angka-angka yang cukup baik untuk 3 tahun berjalan,” ungkap Yoga dalam acara mini booth BCA Expoversary pada Jumat, 21 Februari 2025.

Misalnya, kinerja fungsi intermediasi BCA Digital berhasil tumbuh double digit. Kredit mampu tumbuh 40,47 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp6,52 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp11,73 triliun, tumbuh 30,69 persen (yoy).

Yoga melanjutkan, saat BCA Digital juga berhasil mengakuisisi sekitar 2,4 juta nasabah. Ia mengklaim kalau banyak dari pelanggan mereka yang bukan merupakan nasabah dari BCA sebagai perusahaan induk.

“Kalau kita bicara secara grup, dari 2,4 juta (nasabah) itu, ternyata kami berhasil mencari dari luar nasabah BCA. Dari 60 persen nasabah itu bukan nasabah BCA. Kami berhasil bawa masuk masyarakat,” terangnya.

Adapun jumlah transaksi aplikasi blu by BCA Digital yang menyentuh angka 145 juta, dengan volume transaksi sebesar Rp238 triliun.

Kinerja perusahaan yang positif sepanjang 2024, berdampak terhadap pertumbuhan laba bersih BCA Digital. Tahun lalu, bank digital ini membukukan laba bersih Rp107,97 miliar, tumbuh triple digit sebesar 134,49 persen (yoy).

Baca juga: Ditanya Soal IPO, Begini Jawaban BCA Digital

Kunci Pertumbuhan Positif

Menurut Ruli Himawan Nugroho, Head of Marketing & Communications BCA Digital, salah satu kunci keberhasilan mencatat pertumbuhan positif adalah dengan terus menyiapkan berbagai strategi untuk menghadirkan unique selling point (USP) yang menjadi pembeda dengan kompetitor.

Ruli menambahkan, tidak ada perbedaan signifikan antara strategi BCA Digital dari tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya selalu berusaha untuk memberikan apa yang nasabah butuhkan.

“Semakin kami pasang matanya, terus kupingnya kami itu mendekat dengan nasabah, makin kami tahu sebetulnya apa yang diperlukan oleh nasabah,” jelas Ruli.

Untuk mendekatkan diri dengan nasabah, BCA Digital melakukan berbagai kegiatan bersama dengan mereka. Beberapa di antaranya meliputi kegiatan yang melibatkan komunitas, sampai dengan kolaborasi dengan pihak lainnya.

“Kami membangun macam-macam aktivitas ya, yang sebetulnya, harus semakin, supaya kita bisa dekat banget, tidak terpisahkan dengan nasabah. Itu yang kami lakukan supaya kami semakin relevan,” paparnya.

Baca juga: Outstanding Paylater BCA Tembus Rp339 Miliar per Januari 2025, Melonjak 148 Persen

Target BCA Digital di 2025

Ketika ditanya soal target pertumbuhan, Yoga mengaku enggan memikirkan angka spesifik. Menurutnya, BCA Digital akan lebih berfokus kepada kualitas, baik itu dari nasabah maupun perusahaan.

“Kalau ditanya mau bertumbuh berapa, kami tidak melihat secara pertumbuhannya berapa. Tetapi, yang kami cari adalah kualitasnya,” kata Yoga.

Meskipun begitu, dengan capaian yang diraih BCA Digital sepanjang 2024, ia berharap agar perusahaan mampu mempertahankan kinerja yang mereka di tahun lalu. Terlebih, dengan berbagai fenomena negatif yang berpotensi menghantam bank pada 2025 ini.

“Jika melihat 2024 kami tumbuh secara nasabah, di tahun 2025, dengan berbagai fenomena seperti doom spending dan frugal living, semoga kami bisa mempertahankan pertumbuhan yang sama seperti di tahun 2024,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

18 mins ago

Pemerintah dan DPR Sepakat Bentuk Panja Revisi UU P2SK

Poin Penting Pemerintah dan Komisi XI DPR RI sepakat membentuk panja untuk membahas revisi UU… Read More

1 hour ago

OJK Siap Buka Data, Dukung Aparat Hukum Usut Dugaan Saham Gorengan

Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More

1 hour ago

BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif? Jangan Panik, Begini Cara Aktifkan Lagi

Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More

2 hours ago

Free Float 15 Persen Dilakukan Bertahap, Begini Respons AEI

Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,53 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More

3 hours ago