Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa obligasi dan sukuk ijarah perseroan mendapatkan peringkat idAAA dan idAAAsy (triple A; stable outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun, penjamin pelaksana emisi dipegang oleh PT Bahana Securities, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
“Pengalaman, track record dalam manajemen operasional bandara serta profil perusahaan jasa kebandar udaraan yang baik membuat kamu mendapatkan peringkat obligasi dan sukuk ijarah yang baik. Kami optimis penawaran unum ini akan sukses,” terangnya.
Dalam kesempatan yang lama sama Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Angkasa Pura I Novrihandri mengungkapkan perseroan saat ini tengah mengurangi ketergantungan pendapatab dari aeronautika dengan mengoptimalkan pendapatan non-aeronautika, seperti pendapatan dari konsesi, penyewaan dan pergudangan, serta melalui entitas anak yang menunjang pengelolaan bandara dan aset-aset yang dimiliki perseroan.
(Baca juga : Bangun 5 Bandara, Angkasa Pura 1 Dapat Kredit Rp4 Triliun)
“Pada Juni 2016 komposisi pendapatan aeronautika terhadap pendapatan usaha turun menjadi 58,88% dari sebelumnya pada 2011 sebesar 76,67%. Sedangkan komposisi pendapatan non-aeronautika naik menjadi 41,12% dari sebelumnya pada 2011 sebesar 23,33%,” tukasnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Allo Bank melanjutkan aksi buyback saham dengan menyiapkan dana Rp60,65 miliar di tengah… Read More
Poin Penting Mundurnya Dirut BEI diharapkan menjadi titik balik untuk memperkuat pasar modal yang lebih… Read More
Poin Penting Transaksi multilateral di ICDX sepanjang 2025 tumbuh 43,9 persen menjadi 1.175.332 lot, didominasi… Read More
Poin Penting Perpanjangan insentif PPN DTP hingga akhir 2026 berpotensi meningkatkan permintaan properti Penilaian properti… Read More
Poin Penting AAUI menegaskan bencana alam tidak mengganggu stabilitas industri asuransi nasional karena permodalan dan… Read More
Poin Penting Penyaluran kredit properti tumbuh 13 persen yoy per Desember 2025 menjadi Rp1.597,7 triliun,… Read More