Bandung – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Company (IPC) telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp7,6 triliun di kuartal III-2017. Angka tersebut mengalami peningkatan 19,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama.
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengatakan, perbaikan kondisi perekonomian internasional, dinamika politik dan hukum dalam negeri, stabilnya harga berbagai komoditas utama serta nilai tukar mata uang rupiah, telah mendorong bisnis perseroan tumbuh positif.
“Hingga kembalinya kepercayaan investor, terefleksi pada geliat perdagangan dan volume barang melalui pelabuhan juga membuat kinerja IPC tumbuh,” ujar Elvyn di Bandung, Selasa, 24 Oktober 2017.
Selain itu, di kuartal III-2017 Pelindo II juga mencatatkan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA) margin meningkat 13,3 persen menjadi 38,78 persen, dengan laba usaha tahun berjalan sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 8,4 persen (yoy). (Bersambung ke halaman berikutnya)
Lebih lanjut dia menambahkan, untuk rasio BOPO di kuartal III-2017 mencapai 68,2 persen, di mana pada tahun ini rasio BOPO perseroan diharapkan mencapai 72,79 persen atau mengalami kenaikan 1,63 persen dari tahun lalu yang sebesar 71,62 persen.
“BOPO 68,2 persen dimana secara keseluruhan mengalami peningkatan dari periode yang sama pada tahun sebelumnya dan telah melampaui target portofolio tahun berjalan,” ucapnya.
Baca juga: Pelindo II Ingin Digiitalisasi Pelabuhan “Fully” Terlaksana di 2018
Hal ini juga berbanding lurus dengan trafik kapal yang mengalami peningkatan sebesar 21,7 persen dari periode yang sama di tahun lalu yakni menjadi 147,456 GT, dengan trafik petikemas yang mencapai 4,98 juta TEUs dengan persentase peningkatan hingga 10,8 persen. “Serta trafik non-petikemas yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,1 persen berhasil dibukukan di angka 41,253 juta Ton. (*)
Editor: Paulus Yoga


