Poin Penting
- Kredit Pintar memakai AI untuk mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
- Chatbot AI Super Kepi melayani pelanggan 24 jam dan membantu penyelesaian masalah.
- Implementasi AI mengantar Kredit Pintar meraih tiga penghargaan CX Asia Excellence Awards 2026.
Jakarta – Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) turut mengakselerasi transformasi industri jasa keuangan. AI tidak hanya digunakan untuk mengotomatisasi proses bisnis, tapi juga meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi.
Transformasi yang didukung AI menjadi salah satu strategi platform pinjaman daring Kredit Pintar. Lewat pemanfaatan AI, fintech yang menjadi bagian dari dari Atome Financial ini berhasil mendongkrak kecepatan penyelesaian layanan, memperbaiki tingkat penyelesaian masalah pada kontak pertama (first contact resolution), serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
Salah satu penerapan AI di platform ini adalah lewat pengembangan chatbot berbasis AI bernama Super Kepi. Asisten virtual ini digunakan untuk melayani pertanyaan pelanggan selama 24 jam, memberikan pengingat pembayaran secara proaktif, hingga membantu penyelesaian berbagai kebutuhan layanan.
Menurut Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim, pemanfaatan AI diarahkan untuk mempercepat layanan sekaligus meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan.
“AI bukan sekadar tren teknologi, tetapi menjadi fondasi untuk membangun layanan yang lebih cepat, personal, dan efisien. Keberhasilan implementasi AI diukur dari manfaat nyata yang dirasakan pelanggan,” kata Ronny dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, 12 Juli 2026.
Baca juga: Begini Cara Kredit Pintar dan AFPI Ajak Anak Muda Melek Keuangan
Ronny menambahkan, Kredit Pintar mengadopsi AI untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif. Dengan begitu, tim layanan pelanggan bisa lebih fokus memberikan solusi yang lebih cepat dan tepat.
Kredit Pintar menyakini, kualitas pengalaman pelanggan akan menjadi salah satu faktor pembeda di tengah persaingan industri pinjaman daring yang semakin ketat. Maka itu, investasi perusahaan pada teknologi AI tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu proses pengambilan keputusan dan memperkuat kualitas layanan.
“Bagi Kredit Pintar, kecerdasan buatan bukan sekadar tren teknologi, melainkan pondasi untuk membangun layanan yang lebih cepat, lebih personal, dan lebih efisien. Ketika teknologi mampu membantu pelanggan memperoleh solusi dengan lebih mudah dan memberikan pengalaman yang lebih baik, di situlah inovasi benar-benar menciptakan nilai,” pungkas Ronny.
Baca juga: Aturan Baru SLIK: Punya Tunggakan Kredit Rp1 Juta Kini Bisa Ajukan KPR
Sebagai informasi, keberhasilan Kredit Pintar mengimplementasikan AI juga mendapat pengakuan di tingkat regional.
Kredit Pintar mendapat tiga penghargaan dalam CX Asia Excellence Awards 2026 di Singapura, yakni Silver untuk kategori Best Operational Excellence, Bronze untuk Best Intelligent/Virtual Agent, serta penghargaan Winner pada kategori Best Use of AI.
Sebagai tambahan, hingga saat ini, Kredit Pintar sudah di-download lebih dari 36 juta kali. Sepanjang 2025, fintech ini sudah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun.
Secara akumulasi, sejak beroperasi pada 2017, total pinjaman yang disalurkan Kredit Pintar sudah lebih dari Rp64 triliun. (*) Ari Astriawan


