“Apa yang telah dicapai di awal tahun ini tidak menjadikan kami berpuas diri. Kami perlu tetap waspada karena masih ada 3 kuartal ke depan dengan kondisi perekonomian yang masih fluktuatif hingga saat ini. Menjaga kualitas portofolio kredit tetap menjadi fokus utama,” ujar Ali dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa, 2 Mei 2017.
Selain itu, untuk dana masyarakat yang berhasil dihimpun atau Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp6,5 triliun atau tumbuh 28 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu di periode yang sama. Persentase pertumbuhan terbesar terjadi pada dana murah yang masing-masing meningkat 109 persen untuk Giro dan 74 persen untuk Tabungan.
Pertumbuhan kredit dan DPK ini berdampak pada perolehan pendapatan bunga bersih yang meningkat sebesar 45 persen menjadi Rp128,7 miliar, dari Rp88,5 miliar pada periode yang sama tahun 2016. Sementara rasio pinjaman terhadap total DPK atau Loan to Deposit Ratio (LDR) juga terjaga di 93,1 persen. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More