Ekonomi dan Bisnis

Kualitas dan Kuantitas Wisatawan jadi Fokus Menparekraf Pulihkan Pariwisata Bali

Jakarta – Jumlah wisatawan di Bali turun drastis sejak Pandemi Covid-19. Banyak yang berharap, pariwisata Bali bisa kembali pulih di tahun 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pemulihan pariwisata Bali ke depan tidak hanya fokus dari sisi kualitas melainkan juga dari sisi kuantitas, seperti lamanya waktu menginap dan seberapa banyak uang yang dibelanjakan.

“Pemulihan pariwisata di Bali ini mudah-mudahan juga bisa membawa kita ke era baru pariwisata cleanliness, health, safety and environmental sustainability focusing on Nature and culture,” ujar Sandiaga saat diskusi Bali Kembali: From Pandemi to Endemi in Hospitality Industry, Selasa, 15 Maret 2022.

Sandiaga juga mengungkapkan, pada 2019 Bali dikunjungi oleh 6,2 juta wisatawan mancanegara, namun jumlahnya turun drastis akibat pandemi covid-19. Namun wisatawan mulai ramai berdatangan seiring dengan kebijakan tanpa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) ke Pulau Dewata dan menerapkan layanan Visa on Arrival (VOA) bagi PPLN khusus yang datang dari 23 negara pada Maret lalu.

“3 Februari sampai 12 Maret tercatat hampir 5 ribu PPLN yang masuk ke Bali, 76% merupakan wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Sandi mengatakan saat ini pemerintah terus membangun infrastruktur guna menunjang pemerataan pembangunan dan pariwisata di Bali. Terbaru, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan memulai pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, sepanjang 96,84 km pada Juni 2022.

“Di Bali sendiri baru saja kita tandatangani sebuah pembangunan jalan tol antara Gilimanuk dan Mengwi harapan kita ini juga bahwa pembangunan di Bali tidak terpusat di selatan Bali tapi ke wilayah lain di Bali,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama bergandengan tangan membangkitkan ekonomi baru, kepulihan pariwisata dan ekonomi kreatif demi mencapai Indonesia emas pada 2045. (*) Dicky F. Maulana

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Begini Strategi Bank Saqu Akuisisi Nasabah Baru pada 2026

Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More

22 mins ago

Gak Perlu Pusing, Begini Cara Nanovest Bikin Pemula Langsung Bisa Investasi

Poin Penting Nanovest mengandalkan aplikasi sederhana dan user friendly tanpa grafik rumit untuk menarik investor… Read More

2 hours ago

Menyoal Ide “Sesat” Penutupan Indomaret dan Alfamart

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More

5 hours ago

Aplikasi PINTU Listing 10 Tokenisasi Aset Global, Apa Saja?

Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More

9 hours ago

Dorong Pemberdayaan UMKM, Bank Aladin Syariah Dukung Program Warteg Gratis 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More

10 hours ago

Separuh Driver Grab Ternyata Eks Korban PHK, Ini Fakta dan Potensi Penghasilannya

Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More

12 hours ago